Iklan

terkini

BI Resmi Meluncurkan LPI 2025

Chaidir
29 Januari 2026, 2:16:00 PM WIB Last Updated 2026-01-29T07:16:15Z


‎Portalssi, Jakarta : Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Selasa, 28 Januari 2026. Laporan tahunan ini mengusung tema besar “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, yang menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

‎LPI 2025 menjadi dokumen strategis yang mengulas secara menyeluruh evaluasi kondisi ekonomi dunia dan domestik sepanjang tahun 2025, sekaligus memaparkan prospek perekonomian ke depan serta arah kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2026.

‎Tiga Pesan Penting Perry Warjiyo: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi

‎Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam peluncuran laporan tersebut menekankan tiga hal utama yang menjadi kunci penguatan ekonomi Indonesia, yaitu optimisme, komitmen, dan sinergi.

‎Optimisme Ekonomi Tetap Kuat

‎Perry menegaskan bahwa optimisme harus terus dibangun dan diperkuat agar prospek perekonomian Indonesia semakin solid. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kisaran 4,7 hingga 5,5 persen.

‎Pertumbuhan tersebut diproyeksikan akan meningkat pada tahun 2026 menjadi 4,9 hingga 5,7 persen, dan terus menguat pada 2027 dalam rentang 5,1 hingga 5,9 persen.

‎“Optimisme perlu terus dibangun sehingga dapat memperkuat prospek perekonomian,” ujar Perry.

‎Inflasi Tetap Terkendali

‎Selain pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga juga dipastikan tetap terjaga. BI memperkirakan inflasi Indonesia akan berada pada kisaran target 2,5±1 persen pada tahun 2026 dan 2027.

‎Kondisi ini mencerminkan efektivitas kebijakan moneter yang dijalankan Bank Indonesia dalam menjaga daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi nasional.

‎Komitmen BI Menjaga Stabilitas dan Mendorong Pertumbuhan

‎Perry juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memperkuat bauran kebijakan yang tidak hanya berfokus pada stabilitas, tetapi juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

‎BI akan terus menjalankan kebijakan yang seimbang antara menjaga inflasi, stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pembiayaan sektor produktif.

‎Sinergi Nasional di Lima Area Strategis

‎Dalam LPI 2025, Bank Indonesia menekankan pentingnya sinergi yang lebih kuat antara BI, pemerintah, dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

‎Sinergi tersebut difokuskan pada lima area penting:

‎Memperkuat stabilitas perekonomian nasional

‎Mendorong sektor riil melalui hilirisasi SDA dan industrialisasi

‎Memperkuat ekonomi kerakyatan dan UMKM

‎Meningkatkan pembiayaan untuk mendukung aktivitas ekonomi

‎Mengakselerasi transformasi digital di sektor keuangan dan ekonomi

‎Ke depan, BI memastikan akan terus meningkatkan koordinasi lintas lembaga guna menghadapi berbagai gejolak dan ketidakpastian global yang dapat berdampak pada perekonomian domestik.

‎Bentuk Transparansi kepada Publik

‎Peluncuran LPI 2025 juga merupakan bagian dari transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 58 ayat (7) UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang terakhir diperbarui melalui UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

‎Laporan ini diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel bagi publik, pelaku usaha, akademisi, serta pembuat kebijakan dalam memahami arah ekonomi Indonesia dan kebijakan Bank Indonesia ke depan.

‎Dapat Diakses Secara Digital

‎Bank Indonesia menyediakan LPI 2025 dalam format digital yang dapat diunduh melalui laman resmi BI.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BI Resmi Meluncurkan LPI 2025

Terkini