Iklan

terkini

Pencurian Meteran PDAM di Aceh Besar Meluas, 32 Titik Hilang dalam Sepekan

Chaidir
13 Januari 2026, 4:09:00 PM WIB Last Updated 2026-01-13T09:09:57Z

Portalssi, Aceh Besar : Kasus pencurian meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala di Kabupaten Aceh Besar kian meresahkan. Dalam kurun waktu satu pekan di awal tahun 2026, tercatat sedikitnya 32 titik meteran pelanggan raib digondol pencuri. Hingga kini, para pelaku belum berhasil diungkap, membuat kekhawatiran warga semakin meningkat.

Fenomena pencurian meteran air ini awalnya mencuat dan viral di media sosial setelah terjadi di sejumlah kawasan Kota Banda Aceh. Namun, praktik tersebut kini meluas hingga ke wilayah Kabupaten Aceh Besar yang berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Aceh. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama pelanggan PDAM yang mendadak kehilangan akses air bersih di rumah mereka.

Salah seorang warga Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Fatimah, mengaku baru menyadari meteran air di rumahnya hilang saat subuh. Ia awalnya tidak menaruh curiga karena pada malam sebelumnya aliran air masih normal.

“Tadi malam air masih lancar mengalir ke dalam rumah. Tapi pas subuh air tidak keluar sama sekali. Saya coba pakai mesin Sanyo juga tidak bisa. Setelah dicek ke depan rumah, ternyata meteran air sudah tidak ada,” ujar Fatimah, Selasa (13/1/2026).

Kejadian serupa juga dialami Dedi, warga Gampong Gue Gajah, Kecamatan Darul Imarah. Ia mengetahui meteran air rumahnya hilang saat bersiap melaksanakan salat subuh dan hendak berangkat kerja.

“Subuh air sudah mati. Mesin air saya hidupkan, tapi tidak keluar. Begitu saya cek ke depan, meterannya sudah hilang. Air malah menyembur keluar karena pipa terbuka,” katanya.

Menurut petugas PDAM Tirta Mountala, Tajudin, laporan kehilangan meteran air terus berdatangan dari pelanggan. Dalam sepekan terakhir, pihaknya mencatat sudah ada 32 titik kehilangan yang tersebar di sejumlah gampong di Aceh Besar.

Wilayah yang terdampak di antaranya Gampong Lamtheun, Tingkeum, Punie, Garot, Ajun, Lampasie Engking, Komplek Payating di depan Kantor Camat Peukan Bada, Komplek Bosnila, hingga kawasan Lamlumpu. Sebagian besar kasus diketahui warga pada waktu subuh, saat air mendadak tidak mengalir ke rumah.

Direktur Teknik PDAM Tirta Mountala, Salman, membenarkan maraknya pencurian tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan dan rekapitulasi ulang untuk memastikan jumlah pelanggan yang terdampak serta besaran kerugian akibat pencurian meteran air tersebut.

“Saat ini kami masih mendata dan merekap ulang laporan dari pelanggan. Jumlahnya kemungkinan bisa bertambah karena masih ada warga yang baru melapor,” jelas Salman.

Maraknya pencurian meteran air ini tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga berdampak pada distribusi air bersih dan potensi kebocoran pipa yang bisa menyebabkan pemborosan air. PDAM Tirta Mountala pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku pencurian agar kejadian serupa tidak terus berulang dan rasa aman masyarakat dapat kembali terjaga.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pencurian Meteran PDAM di Aceh Besar Meluas, 32 Titik Hilang dalam Sepekan

Terkini

Topik Populer