Iklan

terkini

BI Aceh Perpanjang Layanan Tukar Uang Ramadan, Kuota dan Batas Nominal Naik

Chaidir
27 Februari 2026, 6:50:00 PM WIB Last Updated 2026-02-27T11:50:11Z


Portalssi, Banda Aceh : Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyatakan layanan penukaran uang rupiah pada Ramadan 2026 diperpanjang dan kuotanya ditambah dibanding tahun lalu.

‎Program bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) itu berlangsung 23 Februari–13 Maret 2026, lebih lama dibanding 2025.

‎“Dengan waktu yang lebih panjang dan kuota lebih besar, kami berharap semakin banyak masyarakat yang terlayani,” kata Agus dalam bincang media, Kamis, 26 Februari 2026.

‎Seperti tahun sebelumnya, penukaran dilakukan melalui aplikasi PINTAR (Penukaran dan Tarik Uang Rupiah). Masyarakat wajib mendaftar dan memilih lokasi penukaran yang tersedia.

‎Bank Indonesia menggandeng seluruh perbankan di Banda Aceh. Dua bank yang berkantor pusat di Jakarta Selatan juga dilibatkan untuk memperluas layanan.

‎Selain penukaran di kantor bank, BI dan perbankan menggelar layanan bersama pada 9–13 Maret 2026 di Taman Budaya Aceh.

‎Layanan kolektif itu tetap menggunakan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR.

‎Kuota penukaran tahun ini meningkat. Untuk layanan bersama di Taman Budaya Aceh disediakan 1.000 kuota per hari selama 9–13 Maret.

‎Adapun di masing-masing bank tersedia 100 kuota penukar per hari. Sementara layanan kas keliling di sejumlah titik ditargetkan melayani hingga 500 penukar.

‎Batas maksimal penukaran per orang naik menjadi Rp5,3 juta hingga Rp5,5 juta, dari Rp4,3 juta pada 2025.

‎Imbauan Belanja Bijak

‎Dalam momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri, BI kembali mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak, terutama saat menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

‎Menurut Agus, belanja sesuai kebutuhan penting untuk menahan lonjakan permintaan yang berpotensi memicu inflasi.

‎“Stabilitas harga perlu dijaga bersama, salah satunya melalui pola konsumsi yang tidak berlebihan,” ujarnya.

‎Ekonomi Aceh Mulai Pulih

‎Terkait kondisi ekonomi daerah, Agus menyebut perekonomian Aceh masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

‎Sektor pertanian, perikanan, dan peternakan terdampak sehingga pertumbuhan belum setara dengan tahun sebelumnya.

‎Namun, sejak Januari 2026 muncul sinyal perbaikan. Setelah mengalami penurunan tajam pada Desember, pertumbuhan mulai menunjukkan rebound, meski belum kembali ke level sebelum bencana.

‎Bank Indonesia memperkirakan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi akan mendorong aktivitas ekonomi kembali normal.

‎BI juga mengarahkan programnya untuk mendukung pemulihan, termasuk membantu UMKM binaan yang terdampak agar kembali produktif.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BI Aceh Perpanjang Layanan Tukar Uang Ramadan, Kuota dan Batas Nominal Naik

Terkini