Iklan

terkini

‎Aceh Culinary Festival 2026 Merupakan Salah Satu Agenda Kuliner Terbesar Di Indonesia

Chaidir
27 April 2026, 12:25:00 PM WIB Last Updated 2026-04-27T05:26:02Z

‎Portalssi, Aceh :  Aceh Culinary Festival 2026  digelar pada 8–12 April 2026 di Banda Aceh. Festival ini menjadi salah satu agenda kuliner terbesar di Indonesia yang menghadirkan beragam makanan khas Aceh dalam satu perhelatan meriah. Kegiatan ini juga masuk dalam rangkaian event unggulan nasional yang terus didorong oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.


‎Melalui bazar kuliner yang menjadi daya tarik utama, pengunjung dapat mencicipi berbagai sajian khas Aceh dengan cita rasa autentik. Setiap stan menghadirkan keunikan tersendiri, mencerminkan kekayaan rempah dan tradisi memasak masyarakat Aceh yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu kuliner yang akan dijajakan adalah Rujak Aceh. Hidangan ini dikenal dengan perpaduan rasa pedas, manis, dan segar yang berasal dari racikan bumbu khas. Sensasi rasanya yang kuat menjadikannya favorit banyak pengunjung setiap tahunnya.


‎Selain itu, terdapat Bulukat Teutet, olahan ketan khas Aceh yang biasanya disajikan dengan kelapa parut atau gula. Makanan ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang sederhana, namun tetap menghadirkan kehangatan cita rasa tradisional.


‎Pengunjung juga dapat menikmati Le Boh Timun, minuman segar berbahan dasar timun yang cocok dinikmati di tengah cuaca panas. Minuman ini menjadi pelepas dahaga sekaligus pelengkap sempurna setelah mencicipi hidangan berbumbu kuat.


‎Tidak ketinggalan, Lauk Tumeh hadir sebagai salah satu menu utama yang menggugah selera. Hidangan ini berupa tumisan dengan bumbu rempah khas Aceh yang kaya rasa, mencerminkan karakter kuliner daerah tersebut yang berani dan penuh cita rasa.

‎Sementara itu, bagi pecinta makanan manis, Kue Marke menjadi pilihan menarik. Kue tradisional ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang khas, cocok sebagai penutup setelah menikmati berbagai hidangan utama.


‎Aceh Culinary Festival juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, para pelaku usaha kuliner dan UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.


‎Melansir situs resmi Kementerian Pariwisata, Aceh Culinary Festival 2026 tidak hanya berfokus pada penyajian makanan tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal. Berbagai hidangan tradisional yang mungkin mulai jarang ditemui akan dihadirkan kembali kepada masyarakat luas, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.


‎Melalui bazar kuliner yang menjadi daya tarik utama, pengunjung dapat mencicipi berbagai sajian khas Aceh dengan cita rasa autentik. Setiap stan menghadirkan keunikan tersendiri, mencerminkan kekayaan rempah dan tradisi memasak masyarakat Aceh yang sudah diwariskan secara turun-temurun.


‎Salah satu kuliner yang akan dijajakan adalah Rujak Aceh. Hidangan ini dikenal dengan perpaduan rasa pedas, manis, dan segar yang berasal dari racikan bumbu khas. Sensasi rasanya yang kuat menjadikannya favorit banyak pengunjung setiap tahunnya.


‎Selain itu, terdapat Bulukat Teutet, olahan ketan khas Aceh yang biasanya disajikan dengan kelapa parut atau gula. Makanan ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang sederhana, namun tetap menghadirkan kehangatan cita rasa tradisional.

‎Pengunjung juga dapat menikmati Le Boh Timun, minuman segar berbahan dasar timun yang cocok dinikmati di tengah cuaca panas. Minuman ini menjadi pelepas dahaga sekaligus pelengkap sempurna setelah mencicipi hidangan berbumbu kuat.


‎Tidak ketinggalan, Lauk Tumeh hadir sebagai salah satu menu utama yang menggugah selera. Hidangan ini berupa tumisan dengan bumbu rempah khas Aceh yang kaya rasa, mencerminkan karakter kuliner daerah tersebut yang berani dan penuh cita rasa.


‎Sementara itu, bagi pecinta makanan manis, Kue Marke menjadi pilihan menarik. Kue tradisional ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis yang khas, cocok sebagai penutup setelah menikmati berbagai hidangan utama.

‎Aceh Culinary Festival juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, para pelaku usaha kuliner dan UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.


‎Selain menjadi ajang wisata kuliner, festival ini juga menjadi ruang interaksi budaya yang mempertemukan berbagai kalangan. Pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga merasakan suasana khas Aceh yang hangat dan penuh kekeluargaan.

‎Aceh jelas menjadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar kunjungan. Selain keindahan alam dan budayanya, kekayaan rasa dari berbagai hidangan khasnya siap memberikan pengalaman yang berbeda dan berkesan. (***)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ‎Aceh Culinary Festival 2026 Merupakan Salah Satu Agenda Kuliner Terbesar Di Indonesia

Terkini