Iklan

terkini

Cokbang Bukan Sekadar Buah Tangan Biasa Kota Sabang‎

Chaidir
27 April 2026, 2:39:00 PM WIB Last Updated 2026-04-27T07:40:08Z

‎Portalssi, Aceh : Menjelajahi Pulau Weh memang tidak ada habisnya.

Setelah puas bermain paddleboard di jernihnya air laut atau berfoto di Tugu Kilometer Nol, ada satu oleh-oleh yang tak boleh dilupakan untuk dibawa pulang.


Istilahnya, perjalanan Anda ke ujung paling barat Indonesia ini belum dianggap sah jika belum mencicipi Cokelat khas Sabang, atau yang lebih akrab di telinga dengan sebutan Cokbang.


Bagi masyarakat lokal maupun wisatawan, Cokbang bukan sekadar buah tangan biasa. Ia telah bertransformasi menjadi identitas rasa dari Kota Sabang. Jika biasanya cokelat identik dengan merek-merek pabrikan besar, Cokbang hadir dengan sentuhan lokal yang khas, biji coklat yang nantinya diolah 100 % dari petani coklat di sabang dan tidak pernah membeli dari petani diluar sabang. Biji Coklat yang digunakan juga dari biji pilihan yang memiliki karakteristik bijik lebih Panjang dan Panjang lonjong dengan ukuran sedang dan besar, dari kebun coklat yang ditanam dan diberdayakan di pinggir jalan menuju KM 0. Cocoa yang terdapat dalam cokbang sendiri sangat unik yaitu dengan tingkat cocoanya yang tinggi sehingga setelah di produksi menjadi coklat terdapat rasa asam dan pahit alami yang tidak sangat pahit. Tak heran jika cokbang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara juga loh.

Begitu memasuki kedainya, aroma manis kakao yang menyeruak seolah langsung memeluk indra penciuman. Instrumen dan sentuhan setiap sudut ruangnya membuat kita semakin santai, sangat cocok untuk melepas penat setelah seharian berkeliling Sabang. Di sini, cokelat tidak hanya disajikan dalam bentuk batangan, tetapi juga diolah dalam bentuk pelengkap dalam tambahan oats, minuman coklat seperti teh coklat, coklat dengan didalamnya terdapat biji coklat utuh (choco nib’s) dan tak usah khawatir coklat disini start dari Rp. 20.000 an aja loh dan sangat beragam varian coklat dan tingkat persenan kandungan coklatnya.

‎Bagi para pemburu konten estetis, kemasan Cokbang juga sangat "Instagrammable". Desainnya yang modern namun tetap menyelipkan elemen lokal membuatnya tampil cantik saat difoto dengan latar belakang laut biru. Tak jarang, wisatawan sengaja berlama-lama di sini hanya untuk menikmati suasana sambil menyesap cokelat hangat saat sore hari mulai mendingin.

Pilihan rasanya pun beragam, mulai dari cokelat murni yang pekat, campuran kacang almond, mete, dan kismis yang renyah, hingga variasi unik lainnya yang terus dikembangkan. Harganya pun cukup terjangkau bagi kantong pelancong, menjadikannya pilihan praktis tanpa harus menguras dompet dan tempat untuk menaruh oleh-oleh khas Sabang ini.


Cokbang memiliki store instagrammable ini pada 2023, banyak kakao dari 1990 an, dan bijinya asli dari sabang dan tidak pernah membeli dari luar. Di produksinya secara langsung mulai dari pemetikan, terus dikeringkan, difermentasi, di gongseng, di blender, dipisahkan coklat dengan menyiknya, baru menjadi coklat dan semua tahapan dilaksanakan di store tersebut juga. Mereka juga menyediakan kelas membuat coklat loh serta kita dapat membawa pulang coklat yang telah kita buat.


Lokasinya berada di Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya tepatnya sekitar 3,7 km yang membutuhkan waktu sekitar 8 menitan saja dari pusat kota. Para pengunjung dapat menemukan storenya dengan sangat mudah karena berada tepat di tepian jalan dengan bangunan berwarna Paduan coklat muda dan coklat tua.


Duta Wisata Sabang, Cut Adek Humaira menyampaikan bahwa Cokbang merupakan tempat yang sangat cocok untuk membeli oleh-oleh ynag ekonomis dan tidak banyak mneyita tempat serta sangat di sukai oleh semua golongan umur. “Rasanya beneran belum ke Sabang kalau belum ke Cokbang.”


Jadi, pastikan agenda mencicipi Cokbang masuk ke dalam rencana perjalanan Anda. Di sela-sela petualangan menyisir tebing dan pantai, sisipkan waktu untuk singgah dan menyesap manisnya ikon kuliner ini. Karena pada akhirnya, memori tentang Sabang bukan hanya soal apa yang dilihat mata, tapi juga tentang rasa manis yang tertinggal di lidah. (***)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cokbang Bukan Sekadar Buah Tangan Biasa Kota Sabang‎

Terkini