Iklan

terkini

‎Jika Setiap Kota Memiliki Detak Jantung, Maka Sabang Memiliki Simfoni Yang Tercipta Dari Deburan Ombak Dan Bisikan Angin Di Perbukitan.

Chaidir
24 April 2026, 5:59:00 PM WIB Last Updated 2026-04-24T10:59:48Z

Portalssi, Aceh : ‎Jika setiap kota memiliki detak jantung, maka Sabang memiliki simfoni yang tercipta dari deburan ombak dan bisikan angin di perbukitan. Di ujung paling barat Indonesia ini, waktu seolah kehilangan kuasanya, ia melambat, memberi ruang bagi siapa saja yang ingin melarikan diri dari bisingnya dunia. Namun, di antara sekian banyak sudut yang menawan, ada satu titik di mana ketenangan batin dan kemegahan alam bertemu dalam satu harmoni yang sempurna: Cup of Journey.

‎Berada tepat di tepian tebing yang menghadap langsung ke arah laut lepas, kedai ini bukan sekadar tempat untuk memenuhi asupan kafein. Ia adalah sebuah beranda meditasi. Begitu melangkah masuk, mata akan langsung dimanjakan oleh panorama yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, hamparan biru toska Selat Malaka yang kontras dengan hijaunya Pulau Klah yang berdiri kokoh di kejauhan dan ditambah kita dapat melihat secercah sudut kota Sabang.

‎Pulau mungil tersebut tampak seperti permata hijau yang terapung tenang, ditemani kapal-kapal kargo besar dan kapal layar yang sesekali melintas pelan, menciptakan komposisi visual yang luar biasa puitis. Lokasinya pun sangat strategis, hanya berjarak sekitar 4,6 km atau 10 menit perjalanan dari pusat kota, dan dapat diakses dengan mudah baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Cup Of Journey ini berada di Gampong Krueng Raya Kecamatan Sukamakmue.

‎Duta Wisata Sabang, Cut Adek Humaira, melihat bahwa destinasi seperti Cup of Journey adalah representasi dari konsep slow tourism yang sedang dikembangkan di Sabang.

‎"Sabang bukan hanya tentang destinasi fisik, tapi tentang rasa dan pengalaman. Tempat seperti Cup of Journey memberikan ruang bagi wisatawan untuk tidak sekadar 'lewat', tapi benar-benar 'singgah'. Ini adalah titik di mana kita bisa menikmati kemewahan alam Sabang  melihat Pulau Klah dan kapal-kapal yang berlabuh sambil merasakan keramahan lokal dalam secangkir kopi. Di sini, kita belajar bahwa kemewahan sejati adalah ketenangan," ungkap Humaira.

‎Tidak lengkap rasanya meresapi keindahan ini tanpa memesan menu andalannya: Kopi Susu Journey. Diramu dengan dedikasi untuk para petualang, kopi ini menawarkan keseimbangan rasa yang unik antara pahitnya kopi, kelembutan susu, dan rasa manis yang dapat disesuaikan selera. Tidak hanya itu bagi kamu yang tidak meminum kopi juga tersedia minuman lain non coffee, squah dan tea.

‎Ada jejak rasa yang kuat namun tetap lembut di kerongkongan, mencerminkan karakter Pulau Weh yang eksotis sekaligus ramah. Setiap sesapannya seolah membawa kita pada ingatan tentang perjalanan yang telah ditempuh tentang jalanan berkelok di pegunungan Sabang hingga akhirnya berlabuh di titik ini untuk sekadar bernapas lega.

‎Bagi para wisatawan, Cup of Journey telah bertransformasi menjadi destinasi wajib. Bukan hanya karena sudut-sudutnya yang sangat Instagrammable, melainkan karena atmosfer yang ditawarkannya. Di sini, percakapan mengalir lebih dalam, buku terasa lebih menarik untuk dibaca, dan kesendirian tidak lagi terasa sepi, melainkan penuh.

‎Menyesap langit Sabang melalui secangkir kopi adalah tentang merayakan momen "di sini dan saat ini". Saat gelas mulai kosong dan matahari telah tenggelam sepenuhnya di ufuk barat, Anda akan menyadari bahwa Pulau Weh telah memberikan lebih dari sekadar pemandangan, ia telah memberikan ruang bagi jiwa untuk kembali pulang.Di ujung paling barat Indonesia ini, waktu seolah kehilangan kuasanya, ia melambat, memberi ruang bagi siapa saja yang ingin melarikan diri dari bisingnya dunia. Namun, di antara sekian banyak sudut yang menawan, ada satu titik di mana ketenangan batin dan kemegahan alam bertemu dalam satu harmoni yang sempurna: Cup of Journey.

‎Berada tepat di tepian tebing yang menghadap langsung ke arah laut lepas, kedai ini bukan sekadar tempat untuk memenuhi asupan kafein. Ia adalah sebuah beranda meditasi. Begitu melangkah masuk, mata akan langsung dimanjakan oleh panorama yang sulit dilukiskan dengan kata-kata, hamparan biru toska Selat Malaka yang kontras dengan hijaunya Pulau Klah yang berdiri kokoh di kejauhan dan ditambah kita dapat melihat secercah sudut kota Sabang.

‎Pulau mungil tersebut tampak seperti permata hijau yang terapung tenang, ditemani kapal-kapal kargo besar dan kapal layar yang sesekali melintas pelan, menciptakan komposisi visual yang luar biasa puitis. Lokasinya pun sangat strategis, hanya berjarak sekitar 4,6 km atau 10 menit perjalanan dari pusat kota, dan dapat diakses dengan mudah baik menggunakan sepeda motor maupun mobil. Cup Of Journey ini berada di Gampong Krueng Raya Kecamatan Sukamakmue.

‎Duta Wisata Sabang, Cut Adek Humaira, melihat bahwa destinasi seperti Cup of Journey adalah representasi dari konsep slow tourism yang sedang dikembangkan di Sabang.

‎"Sabang bukan hanya tentang destinasi fisik, tapi tentang rasa dan pengalaman. Tempat seperti Cup of Journey memberikan ruang bagi wisatawan untuk tidak sekadar 'lewat', tapi benar-benar 'singgah'. Ini adalah titik di mana kita bisa menikmati kemewahan alam Sabang  melihat Pulau Klah dan kapal-kapal yang berlabuh sambil merasakan keramahan lokal dalam secangkir kopi. Di sini, kita belajar bahwa kemewahan sejati adalah ketenangan," ungkap Humaira.

‎Tidak lengkap rasanya meresapi keindahan ini tanpa memesan menu andalannya: Kopi Susu Journey. Diramu dengan dedikasi untuk para petualang, kopi ini menawarkan keseimbangan rasa yang unik antara pahitnya kopi, kelembutan susu, dan rasa manis yang dapat disesuaikan selera. Tidak hanya itu bagi kamu yang tidak meminum kopi juga tersedia minuman lain non coffee, squah dan tea.

‎Ada jejak rasa yang kuat namun tetap lembut di kerongkongan, mencerminkan karakter Pulau Weh yang eksotis sekaligus ramah. Setiap sesapannya seolah membawa kita pada ingatan tentang perjalanan yang telah ditempuh tentang jalanan berkelok di pegunungan Sabang hingga akhirnya berlabuh di titik ini untuk sekadar bernapas lega.

‎Bagi para wisatawan, Cup of Journey telah bertransformasi menjadi destinasi wajib. Bukan hanya karena sudut-sudutnya yang sangat Instagrammable, melainkan karena atmosfer yang ditawarkannya. Di sini, percakapan mengalir lebih dalam, buku terasa lebih menarik untuk dibaca, dan kesendirian tidak lagi terasa sepi, melainkan penuh.

‎Menyesap langit Sabang melalui secangkir kopi adalah tentang merayakan momen "di sini dan saat ini". Saat gelas mulai kosong dan matahari telah tenggelam sepenuhnya di ufuk barat, Anda akan menyadari bahwa Pulau Weh telah memberikan lebih dari sekadar pemandangan, ia telah memberikan ruang bagi jiwa untuk kembali pulang.(ADV)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ‎Jika Setiap Kota Memiliki Detak Jantung, Maka Sabang Memiliki Simfoni Yang Tercipta Dari Deburan Ombak Dan Bisikan Angin Di Perbukitan.

Terkini