Portalssi, Aceh Tenggara : Pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, dengan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Rabu (29/05/2026), progres pembangunan telah mencapai 16,23 persen dan dikerjakan secara bertahap, terencana, serta melibatkan sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat setempat.
Pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antar desa dan kecamatan, sekaligus mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
Di lapangan, proses pengerjaan fisik terus berjalan dengan fokus utama pada pembangunan pondasi tiang serta struktur awal jembatan yang berada di seberang aliran sungai. Sejumlah tahapan pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi pemasangan batu sungai pada lantai dasar pilon, pengecoran pondasi, hingga penyiapan struktur penyangga utama sebagai bagian penting dari konstruksi jembatan.
Secara teknis, jembatan gantung ini memiliki spesifikasi panjang mencapai 220 meter dengan lebar 1,2 meter, serta ketinggian sekitar 6 meter dari permukaan air. Jembatan tersebut melintasi sungai dengan lebar sekitar 180 meter dan kedalaman air normal 1 meter. Namun, pada saat kondisi banjir, tinggi air dapat meningkat hingga 2,5 meter dari tebing jalan, sementara tinggi bantalan tepi jauh mencapai 7 meter. Jembatan ini dirancang dengan kapasitas tonase hingga 1 ton, sehingga mampu menunjang aktivitas masyarakat secara aman dan efektif.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan melibatkan 21 personel TNI AD, yang terdiri dari 20 personel Kodim 0108/Aceh Tenggara serta 1 orang teknisi dari Zidam. Tidak hanya itu, partisipasi aktif masyarakat setempat sebanyak 15 orang turut menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan melalui semangat gotong royong yang terus dijaga.
Sinergi yang harmonis antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Hingga saat ini, situasi di lokasi pembangunan terpantau aman dan kondusif. Kondisi cuaca yang relatif cerah sejak pagi hingga sore hari juga memberikan dukungan optimal terhadap kelancaran seluruh tahapan pekerjaan.
Ke depan, pengerjaan akan difokuskan pada pembesian pondasi tiang pylon, pemasangan bandul di tepi jauh, serta penyelesaian lantai kerja. Selain itu, kegiatan langsir material terus dilakukan guna memastikan ketersediaan bahan bangunan tetap terjaga demi mendukung percepatan progres pembangunan.
Jembatan gantung ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya bagi warga Desa Kumbang Jaya yang berjumlah 635 jiwa atau 115 Kepala Keluarga, serta masyarakat Desa Gulo sebanyak 725 jiwa atau 167 Kepala Keluarga, termasuk desa-desa di sekitarnya. Dengan hadirnya jembatan tersebut, akses yang sebelumnya sulit dan memakan waktu akan berubah menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proyek ini juga menjadi simbol nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah serta meningkatkan taraf hidup bersama.
Salah satu warga Desa Kumbang Jaya, Bapak Ismail (52), mengungkapkan rasa syukur dan harapannya terhadap pembangunan jembatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama ini masyarakat harus menempuh jalur yang cukup jauh dan berisiko untuk menuju desa tetangga.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Dulu kalau mau ke Desa Gulo harus memutar jauh dan kadang berbahaya saat musim hujan. Semoga jembatan ini cepat selesai supaya aktivitas kami jadi lebih mudah dan ekonomi masyarakat bisa meningkat,” ujarnya. (**)

