Portalssi, Jakarta : Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, melakukan audiensi sekaligus silaturahmi dengan Dudung Abdurachman di Jakarta, dalam rangka membahas pengembangan strategi Ship to Ship (STS) atau labuh jangkar kapal tanker di kawasan Kota Sabang.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Sabang dalam memperkuat posisi strategis wilayahnya sebagai salah satu titik vital jalur pelayaran internasional di kawasan barat Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Sabang menyampaikan secara langsung potensi besar Sabang sebagai lokasi kegiatan STS (Ship to Ship), mengingat letak geografisnya yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Ia menegaskan bahwa pengembangan labuh jangkar kapal tanker di Sabang tidak hanya berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka peluang investasi serta memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Sabang memiliki keunggulan strategis yang perlu didorong secara maksimal melalui dukungan pemerintah pusat, termasuk dalam pengembangan kegiatan STS kapal tanker,” ujar Zulkifli.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden, Dudung Abdurachman, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kota Sabang dalam mengoptimalkan potensi maritim daerah. Ia menilai bahwa pengembangan sektor ini harus dilakukan secara terintegrasi, dengan memperhatikan aspek keamanan, regulasi, serta keberlanjutan lingkungan.
Audiensi ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dan unsur terkait, termasuk tokoh masyarakat serta jajaran pendamping dari Kota Sabang, yang turut memberikan dukungan terhadap rencana pengembangan STS di kawasan tersebut.
Sebagai bagian dari agenda, rombongan juga melakukan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan strategis nasional.
Diharapkan melalui pertemuan ini, langkah konkret dalam pengembangan STS labuh jangkar kapal tanker di Sabang dapat segera direalisasikan, sehingga mampu menjadikan Sabang sebagai hub maritim unggulan di Indonesia bagian barat. (**)

