Portalssi, Aceh : Tarian Rapai Geleng adalah perwujudan dari media dakwah yang direpresentasikan dalam wujud seni pertunjukan.
Tarian Rapai Geleng lahir dan berkembang di Manggeng Aceh Barat Daya. namun tidak diketahui siapa nama tokoh tersebut.
Tarian ini sampai saat ini masih berkembang pesat di seluruh sanggar di Aceh, karena gerakannya sangat dinamis dan cepat. Tarian ini saat ini bukan hanya milik masyarakat Aneuk Jamee tapi sudah menjadi milik masyarakat Aceh pada umumnya.
Tarian ini dalam media penyampaiannya menggunakan bahasa Aceh yang dilantunkan oleh seorang Cahi (vokalis) yang diikuti oleh penarinya. Tarian ini gerakannya hampir sama dengan gerakan Saman, namun alat dan bahasa yang digunakan sangat berbeda.
Tarian ini diperkirakan muncul sudah lama, namun baru dikenal oleh masyarakat Aceh secara luas setelah dipertunjukkan di Pekan Kebudayaan Aceh.
Tari Rapai Geleng adalah seni pertunjukan yang berkembang di masyarakat pesisir Barat Aceh termasuk Aneuk Jamee. Tari ini tidak mengetahui siapa penciptanya.
Tarian ini berkembang pada awalnya di daerah Manggeng Aceh Barat Daya yang sebelumnya merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Selatan yang merupakan daerah Aneuk Jamee. Tarian mulai marak 20 tahun terakhir ini sejak tahun 1980-an.
Tarian ini pernah dipertunjukkan di Pekan Kebudayaan Aceh sampai pada tahun 2004. Sekarang banyak sanggar-sanggar di Aceh yang telah mengajarkan tarian ini.
Tarian Rapai Geleng menggunakan alat Rapai yang dipadukan dengan gerakan yang unik sesuai irama rapai. Syair-syair yang dilantunkan dipadukan dengan gerakan-gerakan sebagai sarana dakwah melalui seni.
Rapai ini adalah rasa syukur atas suatu keberhasilan baik dalam pertanian maupun bidang kehidupan lainnya. Selain itu tarian ini juga sering dipertujukkan pada upacara pernikahan, sunatan, serta pertunjukan pada acara-acara penyambutan tamu kehormatan.
Tarian ini adalah wujud persembahan sebagai ungkapan rasa gembira, yang tidak pernah luput dari puji-pujian kepada Allah SWT. Gerak tari dan iramanya dikemas dalam kalimat †œla ilaha illallah †.
Fungsi sosial Rapai Geleng sebagai seni pertunjukan dalam wujud tarian sebagai rasa atas keberhasilan dan kemakmuran
Permainan Rapa'i Geleng juga disertakan gerakan tarian yang melambangkan sikap keseragaman dalam hal kerjasama, kebersamaan, dan penuh kekompakan dalam lingkungan masyarakat. Tarian ini mengekspresikan dinamisasi masyarakat dalam syair yang dinyanyikan, kostum dan gerak dasar dari unsur Tari Rateb Meuseukat.
Jenis tarian ini dimaksudkan untuk laki-laki. Biasanya yang memainkan tarian ini ada 12 orang laki-laki yang sudah terlatih. Syair yang dibawakan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana hidup bermasyarakat, beragama dan solidaritas yang dijunjung tinggi. Kostum yang dipakai berwarna hitam kuning berpadu manik-manik merah. (**)

