Portalssi, Nagan Raya : Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan pelatihan pembuatan abon berbahan dasar ikan nila bagi warga Desa Lhok Seumot, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (17/7/2026). Langkah nyata ini diambil sebagai upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan produktif masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi sektor perikanan darat yang melimpah di kawasan setempat.
Pelatihan tersebut berjalan melalui skema program PKM yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pengabdian ini dipimpin langsung oleh Fazril Saputra M.Si., selaku ketua tim yang memfokuskan program pada hilirisasi produk perikanan agar mampu menembus pasar dengan nilai jual yang jauh lebih tinggi.
Ketua Tim PKM UTU, Fazril Saputra M.Si., menjelaskan bahwa inovasi ini berawal dari pengamatan terhadap hasil panen perikanan di wilayah Kecamatan Beutong yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami melihat potensi ikan nila di kawasan Beutong sangat melimpah, namun selama ini pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar atau digoreng saja. Melalui inovasi pembuatan abon ikan nila ini, kami berharap masyarakat Kecamatan Beutong khususnya ibu-ibu di Desa Lhok Seumot memiliki keterampilan baru yang bisa menjadi ide usaha rumahan yang menjanjikan,” ujar Fazril Saputra.
Guna menjamin mutu produk yang dihasilkan memenuhi standar pasar modern, tim pengabdian menghadirkan Nabila Ukhty M.Si., sebagai pemateri utama. Kehadiran pakar ini bertujuan memastikan abon ikan nila yang diproduksi memiliki kualitas premium, berdaya simpan lama, serta memenuhi kaidah higienis pangan.
Pada sesi praktik langsung, Nabila Ukhty memandu para peserta langkah demi langkah dengan metode yang mudah dipahami. Proses transfer teknologi ini dimulai dari teknik penyortiran ikan nila segar yang berkualitas, metode pengukusan yang tepat, hingga cara pemisahan duri yang aman dari daging ikan. Tidak hanya itu, warga juga diajarkan formula peracikan bumbu khas lokal, teknik penggorengan yang pas, hingga pemanfaatan mesin pengering minyak (spinning) guna memastikan tekstur abon menjadi renyah dan memiliki ketahanan simpan yang lama tanpa cepat tengik.
Masyarakat Desa Lhok Seumot menyambut antusias seluruh rangkaian pelatihan yang dinilai membuka peluang baru bagi peningkatan pendapatan keluarga. Melalui kegiatan PkM ini, sinergi yang terbangun antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan terus berjalan secara berkelanjutan guna mewujudkan kemandirian ekonomi desa yang bertumpu pada keunggulan potensi lokal. (H.U)

