Iklan

terkini

Smong Fest 2026 Dibuka, Disdik Aceh Dorong Sekolah Perkuat Mitigasi Bencana

Chaidir
20 Juli 2026, 12:02:00 PM WIB Last Updated 2026-07-20T05:02:40Z


Portalssi, Banda Acèh : Dinas Pendidikan Aceh mendorong seluruh satuan pendidikan menjadikan pelestarian budaya lokal dan pendidikan kebencanaan sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk membentuk generasi Aceh yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.

‎Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, dalam berbagai yang dibacakan Kepala Bidang SMA dan PKLK, Syarwan Joni, saat membuka Smong Fest 2026 bertema "Pelestarian Seni Tutur, Mitigasi Bencana, dan Peran Generasi Muda Menuju Aceh Tangguh dan Berbudaya." Kegiatan ini diadakan di Gedung Amanah, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh Besar, Sabtu 18 Juli 2026.

‎Murthalamuddin menegaskan, Smong Fest bukan sekadar agenda budaya, tetapi menjadi media edukasi yang menghubungkan kearifan lokal, ilmu pengetahuan, dan pendidikan dalam membangun budaya sadar bencana di kalangan generasi muda.

“Smong Fest bukan hanya festival budaya, tetapi wadah memperkuat kolaborasi antara budaya, pendidikan, dan mitigasi bencana. Inilah bentuk investasi kita dalam membangun generasi Aceh yang tangguh,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, Smong, tradisi lisan masyarakat Simeulue yang diwariskan melalui cerita, syair, dan lagu, telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa saat tsunami Aceh tahun 2004.

‎Tradisi tersebut mengajarkan masyarakat mengenali tanda-tanda alam dan segera menyelamatkan diri ketika terjadi gempa yang berpotensi memicu tsunami.

‎“Melestarikan seni tutur seperti Smong bukan hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga menjaga keselamatan generasi masa depan,” katanya.

‎Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Aceh terus mendorong sekolah mengintegrasikan pendidikan kebencanaan dalam pembelajaran, menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Aceh sebagai sumber belajar, meningkatkan literasi dan kreativitas peserta didik, serta menanamkan karakter gotong royong, kepedulian, disiplin, dan tanggung jawab.

‎Murthalamuddin juga mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan budaya Aceh ke dunia sekaligus menyebarkan edukasi kebencanaan.

‎“Jadilah generasi yang mampu menggabungkan kecanggihan teknologi dengan kebijaksanaan budaya lokal sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif yang memuaskan Aceh dan Indonesia,” pesannya.

Ia berharap Smong Fest 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun Aceh yang maju, berbudaya, serta tangguh menghadapi bencana.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Smong Fest 2026 Dibuka, Disdik Aceh Dorong Sekolah Perkuat Mitigasi Bencana

Terkini