Iklan

terkini

Kodim 0108/Agara dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Kuta Ujung, Aceh Tenggara

Chaidir
05 Agustus 2026, 3:14:00 PM WIB Last Updated 2026-08-05T08:14:16Z
Portalssi, Aceh Tenggara : Semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali diwujudkan melalui keterlibatan langsung Babinsa jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Bertempat di Desa Kuta Ujung, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Babinsa bersama masyarakat, teknisi, serta personel yang tergabung dalam pembangunan Jembatan Gantung Perintis melaksanakan pemasangan papan lantai jembatan, Selasa (4/8/2026).

Pemasangan papan lantai menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan gantung tersebut. Tahapan ini dilakukan secara bertahap dan penuh ketelitian untuk memastikan setiap papan terpasang dengan kuat, kokoh, dan sesuai dengan konstruksi yang telah direncanakan. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, sehingga proses pembangunan dapat berjalan secara efektif sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebatas membantu secara fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial dengan membangun komunikasi, kebersamaan, serta kepedulian masyarakat terhadap pembangunan di wilayahnya. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, Babinsa berupaya mendorong masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong sebagai salah satu kekuatan sosial dalam mendukung pembangunan desa.

Babinsa Desa Kuta Ujung, Serda Dedi Sabara, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan bentuk kepedulian bersama dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat.

“Jembatan gantung ini nantinya akan menjadi jalur vital bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan akses yang lebih mudah, warga dapat mengangkut hasil pertanian, menuju sekolah, fasilitas kesehatan, maupun pusat pelayanan lainnya dengan lebih cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat karena akses penghubung yang memadai memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas warga. Tidak hanya menjadi sarana penyeberangan, jembatan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber penghasilan.

Serda Dedi Sabara menambahkan, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut merupakan bagian dari implementasi tugas pembinaan teritorial. Babinsa senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi warga sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang semakin maju dan sejahtera.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas untuk membantu dan memberikan manfaat bagi warga. Melalui kegiatan seperti ini, kami juga ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian bersama terhadap pembangunan desa,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada satu pihak. Diperlukan sinergi dan kerja sama antara pemerintah, TNI, masyarakat, serta unsur terkait lainnya agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dipelihara karena selain mampu membantu mempercepat pekerjaan, budaya tersebut juga dapat memperkuat hubungan sosial dan rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

Dalam proses pemasangan papan lantai, seluruh personel yang terlibat bekerja dengan mengutamakan ketelitian dan keselamatan. Papan lantai dipasang secara bertahap pada bagian jembatan yang telah disiapkan, kemudian disesuaikan dan diperkuat agar menghasilkan permukaan yang kokoh serta aman digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan kualitas konstruksi. Hal tersebut penting mengingat jembatan nantinya akan menjadi salah satu akses yang cukup vital bagi masyarakat Desa Kuta Ujung dan wilayah sekitarnya. Dengan konstruksi lantai yang kuat dan tertata, diharapkan jembatan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat melintas.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung yang lebih baik. Selama ini, kondisi jalur penyeberangan menjadi salah satu kendala bagi warga, terutama ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut dapat menyulitkan masyarakat dalam melakukan mobilitas dan berpotensi menghambat berbagai aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya jembatan gantung, masyarakat nantinya diharapkan dapat melintasi jalur tersebut dengan lebih mudah dan aman. Akses yang semakin baik juga akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan perekonomian warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan dari lahan menuju permukiman maupun pasar.

Selain mendukung sektor ekonomi, keberadaan jembatan tersebut juga diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan dasar. Anak-anak sekolah dapat memiliki akses yang lebih mudah menuju tempat pendidikan, sementara masyarakat dapat lebih cepat menjangkau fasilitas kesehatan dan pusat pelayanan lainnya.

Kemudahan akses tersebut secara tidak langsung juga diharapkan dapat meningkatkan interaksi dan hubungan sosial masyarakat antarwilayah. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu unsur penting dalam mempercepat pembangunan desa karena membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Sementara itu, Samsul (60), warga Desa Kuta Ujung, menyambut baik pembangunan Jembatan Gantung Perintis tersebut. Ia mengaku bersyukur karena pembangunan jembatan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan ketika harus melintasi sungai, terutama pada saat debit air meningkat akibat hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa, TNI, teknisi, dan semua pihak yang telah bekerja bersama membangun jembatan ini. Kehadiran Babinsa yang selalu ikut bergotong royong bersama masyarakat memberikan semangat bagi kami untuk terus membantu hingga pekerjaan selesai,” ungkapnya.

Menurut Samsul, pembangunan jembatan tersebut bukan hanya memberikan kemudahan dalam hal akses, tetapi juga menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam meningkatkan aktivitas perekonomian dan memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Jembatan ini merupakan harapan besar bagi warga karena akan mempermudah kami membawa hasil panen ke pasar, mengantar anak-anak ke sekolah, serta mempersingkat waktu menuju fasilitas kesehatan. Kami berharap pembangunan segera rampung agar manfaatnya dapat segera dirasakan seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga mengapresiasi kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan. Menurutnya, keterlibatan Babinsa bersama masyarakat secara langsung di lapangan memberikan motivasi tersendiri bagi warga untuk ikut berpartisipasi menyukseskan pembangunan.

“Semoga kebersamaan antara TNI dan masyarakat seperti ini terus terjalin karena benar-benar membawa manfaat nyata bagi kemajuan desa dan kesejahteraan warga,” harap Samsul.

Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting dalam pembangunan di tengah masyarakat. Ketika TNI dan masyarakat bersatu, berbagai pekerjaan yang menyangkut kepentingan bersama dapat dilakukan dengan lebih ringan, cepat, dan penuh rasa kebersamaan.

Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui jajaran Babinsa akan terus berupaya mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran Babinsa di wilayah binaan diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi dan hubungan sosial, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan dan kebutuhan di wilayahnya.

Dengan terus terjalinnya sinergi antara TNI, masyarakat, pemerintah, teknisi, serta seluruh pihak terkait, pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Desa Kuta Ujung diharapkan dapat segera diselesaikan dengan hasil yang baik. Setelah rampung dan dapat dimanfaatkan, jembatan tersebut diharapkan menjadi sarana penghubung yang mampu memperlancar mobilitas, membuka akses ekonomi, mendukung pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta pada akhirnya memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Darul Hasanah dan sekitarnya.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam pembangunan jembatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat terus terpelihara dan diwujudkan melalui kerja nyata. Kebersamaan yang dibangun di tengah masyarakat diharapkan menjadi energi positif dalam mendorong percepatan pembangunan dan mewujudkan wilayah pedesaan yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.(**)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kodim 0108/Agara dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung di Kuta Ujung, Aceh Tenggara

Terkini