Portalssi, Banda Aceh : Mawardi Nur resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Rabu (5/8/2026). Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di lembaga yang mengelola sektor hulu minyak dan gas bumi di Aceh.
Kehadiran Mawardi Nur di BPMA diharapkan mampu memperkuat tata kelola industri hulu migas, meningkatkan investasi, mempercepat pengembangan wilayah kerja migas, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA. Selama memimpin perusahaan daerah tersebut, ia menjalankan berbagai langkah transformasi melalui penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), peningkatan transparansi, penguatan sistem pengawasan internal, efisiensi pengelolaan keuangan, serta pengembangan berbagai lini bisnis strategis.
Kehadiran Mawardi Nur di BPMA diharapkan mampu memperkuat tata kelola industri hulu migas, meningkatkan investasi, mempercepat pengembangan wilayah kerja migas, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Sebelum dipercaya memimpin BPMA, Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA. Selama memimpin perusahaan daerah tersebut, ia menjalankan berbagai langkah transformasi melalui penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG), peningkatan transparansi, penguatan sistem pengawasan internal, efisiensi pengelolaan keuangan, serta pengembangan berbagai lini bisnis strategis.
Di sektor energi, PT PEMA berhasil meningkatkan nilai jual gas melalui optimalisasi kontrak dan negosiasi bisnis. Komoditas sulfur juga mengalami peningkatan nilai jual melalui penguatan strategi pemasaran dan perluasan akses ke pasar internasional. Selain itu, perusahaan turut mendorong tindak lanjut pengembangan sejumlah wilayah kerja migas baru.
Tidak hanya di sektor energi, PT PEMA juga memperluas portofolio bisnis melalui pembukaan peluang ekspor kopi Aceh ke pasar global, optimalisasi Integrated Cold Storage (ICS) Lampulo untuk mendukung hilirisasi sektor perikanan, hingga diversifikasi usaha ke sektor telekomunikasi melalui pengembangan infrastruktur digital.
Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Mawardi Nur dalam memimpin BPMA. Pengelolaan industri migas saat ini membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun sinergi antara pemerintah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), investor, dan masyarakat guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Tidak hanya di sektor energi, PT PEMA juga memperluas portofolio bisnis melalui pembukaan peluang ekspor kopi Aceh ke pasar global, optimalisasi Integrated Cold Storage (ICS) Lampulo untuk mendukung hilirisasi sektor perikanan, hingga diversifikasi usaha ke sektor telekomunikasi melalui pengembangan infrastruktur digital.
Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Mawardi Nur dalam memimpin BPMA. Pengelolaan industri migas saat ini membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun sinergi antara pemerintah, kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), investor, dan masyarakat guna menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Pelantikan Mawardi Nur juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran BPMA sebagai lembaga strategis dalam pengelolaan industri hulu migas Aceh sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(**

