Iklan

terkini

Tingkatkan Kesadaran Hukum Santri, Kejati Aceh Gelar “Jaksa Masuk Dayah” di Pidie‎

Chaidir
08 September 2026, 9:05:00 PM WIB Last Updated 2026-09-08T14:07:30Z


‎Portalssi, Pidie : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan edukasi hukum kepada generasi muda. Kejati Aceh menggelar program Jaksa Masuk Dayah (JMD) di Masjid Marhabaninyah, Dayah Khairuddarraini, Desa Leun Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Selasa (8/9).

‎Mengusung tema “Mewujudkan Santri yang Cerdas, Berakhlak Mulia, dan Taat Hukum”, kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Kejati Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, dan Bank Aceh.

‎Turut hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Dayah Khairuddarraini Abi Tarmizi M. Sabi Aji, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh Andriansyah, S.Ag., M.H., Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Pidie drh. Muslizar Fendi, perwakilan Bank Aceh, serta jajaran pengajar dan puluhan santri.

‎Pada sesi utama, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., membekali para santri dengan pemahaman dasar hukum, bahaya narkotika, hingga ancaman cyberbullying.

‎Ali menekankan bahwa hukum hadir untuk memberikan perlindungan dan kepastian dalam bermasyarakat. Ia juga mengingatkan santri agar bijak memilah pergaulan serta cerdas memanfaatkan media sosial.

‎“Ruang digital bukanlah area tanpa aturan. Penggunaan teknologi harus diiringi etika, rasa tanggung jawab, dan kesadaran hukum agar kita tidak terjebak dalam aksi merendahkan atau mempermalukan orang lain (cyberbullying),” ujar Ali di hadapan para santri.

‎Pimpinan Dayah Khairuddarraini, Abi Tarmizi M. Sabi Aji, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, pemahaman hukum merupakan bekal krusial bagi santri dalam menghadapi dinamika sosial saat ini.


‎Senada dengan hal tersebut, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, S.Ag., M.H., menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung mutu pendidikan dan keandalan sarana di lingkungan dayah. Ia berharap dayah terus konsisten melahirkan sumber daya manusia yang adaptif, berintegritas, dan menjadi agent of change.

‎Tak hanya literasi hukum, santri juga dibekali wawasan keuangan oleh perwakilan Bank Aceh, Muhammad Rizki Mulya. Melalui sesi Literasi dan Inklusi Keuangan, santri diajak memahami manajemen keuangan yang bijak serta pemanfaatan layanan keuangan formal sebagai bekal kemandirian di masa depan.

‎Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Para santri tampak antusias mengikuti diskusi dan menjawab pertanyaan seputar materi hukum yang dipaparkan.Melalui program Jaksa Masuk Dayah, Kejati Aceh berharap para santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas dan berakhlak mulia, tetapi juga berwawasan luas dan taat hukum, demikian siaran pers Penerangan Hukum dan Humas, Ali Rasab Lubis, S.H., Banda Aceh, 8 September 2026.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tingkatkan Kesadaran Hukum Santri, Kejati Aceh Gelar “Jaksa Masuk Dayah” di Pidie‎

Terkini