Iklan

terkini

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Tekankan Pentingnya Sekolah Bebas Bullying

Chaidir
12 Oktober 2026, 3:40:00 PM WIB Last Updated 2026-10-12T08:40:11Z
Portalssi, Banda Acèh : Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencegah perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi setiap anak untuk belajar serta mengembangkan potensi diri.

Pesan tersebut disampaikan Musriadi saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di SD Negeri 44 Kota Banda Aceh, Senin (12/10/2026).

Dalam amanatnya, Musriadi mengatakan pencegahan perundungan tidak boleh hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Orang tua, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan harus mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari intimidasi dan kekerasan.

“Ini menjadi tugas kita bersama. Anak-anak harus merasa aman dan nyaman di sekolah. Jangan sampai ada siswa yang takut datang ke sekolah karena diejek, dihina, dikucilkan, atau mendapatkan perlakuan kasar dari teman-temannya,” ujar Musriadi.

Ia mengingatkan bahwa perundungan bukan sekadar persoalan candaan ant anak, melainkan perilaku yang dapat memengaruhi kepercayaan diri, kondisi psikologis, dan semangat belajar peserta didik.

Karena itu, ia mengajak para siswa untuk membangun persahabatan yang sehat, saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan.

Musriadi juga meminta siswa agar berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan. Sikap diam terhadap kekerasan, menurutnya, dapat membuat persoalan berlarut-larut dan merugikan korban.

“Jangan menyakiti teman, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Jika melihat teman dirundung, jangan ikut menertawakan atau membiarkannya. Bantulah dengan cara yang aman dan laporkan kepada guru,” pesannya.

Guru dan Orang Tua Harus Bersinergi

Musriadi menekankan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, menanamkan nilai kedisiplinan, serta membiasakan perilaku saling menghargai sejak usia dini.

Sekolah, lanjutnya, perlu membangun budaya yang tegas menolak segala bentuk kekerasan, sekaligus memastikan setiap laporan ditangani secara serius, adil, dan dengan mengutamakan keselamatan serta kepentingan terbaik anak.

Di sisi lain, orang tua diharapkan aktif berkomunikasi dengan anak dan pihak sekolah. Perubahan perilaku, seperti anak menjadi murung, takut berangkat sekolah, atau kehilangan semangat belajar, perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti dengan pendekatan yang tepat.

Menurut Musriadi, sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci untuk mendeteksi serta mencegah perundungan sejak dini. Anak juga perlu mendapatkan pemahaman bahwa keberanian, persahabatan, dan prestasi tidak boleh dibangun dengan merendahkan orang lain.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPRK Banda Aceh, ia menilai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas kekerasan perlu menjadi perhatian berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui capaian akademik, tetapi juga melalui pembentukan karakter, akhlak, empati, dan kepedulian sosial peserta didik.

“Pendidikan bukan hanya tentang membuat anak-anak menjadi pintar, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak, menghargai sesama, dan bertanggung jawab. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter positif, bukan tempat berkembangnya rasa takut,” tegasnya.

Musriadi berharap pesan yang disampaikan dalam upacara bendera tersebut dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah perundungan dan kekerasan.

Ia mengajak semua pihak menjadikan perlindungan anak sebagai tanggung jawab bersama agar setiap peserta didik dapat belajar dengan tenang, tumbuh secara sehat, dan meraih masa depan tanpa dibayangi rasa takut.(**)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Tekankan Pentingnya Sekolah Bebas Bullying

Terkini