Iklan

terkini

Bank Indonesia Aceh Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026, Perkuat Sinergi dengan Kampus

Chaidir
16 April 2026, 5:08:00 PM WIB Last Updated 2026-04-16T10:08:39Z


‎‎Portalssi, Banda Aceh : Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Aceh resmi meluncurkan (kick off) Program Pendidikan Kebanksentralan (PPK) Tahun 2026 melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan enam perguruan tinggi di Aceh, Rabu (15/4/2026).

‎Adapun perguruan tinggi yang terlibat yaitu Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Abulyatama, dan Universitas Serambi Mekkah.

‎Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan kuliah umum kebanksentralan yang diikuti sekitar 250 dosen dan mahasiswa, berlangsung di Aula FMIPA Universitas Syiah Kuala.

‎Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa Program Pendidikan Kebanksentralan merupakan inisiatif strategis yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan, selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

‎“Program ini menjadi penguatan dari program beasiswa Bank Indonesia untuk meningkatkan literasi kebanksentralan, kapasitas akademik, serta pengembangan SDM unggul yang adaptif terhadap dinamika ekonomi,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, melalui program tersebut, Bank Indonesia tidak hanya mendorong peningkatan literasi, tetapi juga membangun ekosistem kolaboratif antara akademisi dan praktisi dalam menghasilkan bauran kebijakan yang lebih efektif.

‎Ke depan, berbagai kegiatan akan dilaksanakan bersama perguruan tinggi mitra, seperti kuliah umum, riset kolaboratif, penguatan kurikulum, serta program pemberdayaan mahasiswa.

‎Inisiatif ini diharapkan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi daerah sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

‎Dalam paparannya, Agus juga menyampaikan bahwa perekonomian Aceh pada 2026 diprakirakan berangsur pulih, didorong percepatan rehabilitasi wilayah terdampak bencana serta implementasi program prioritas pemerintah.

‎“Pemulihan ekonomi Aceh membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu dan mitra kebijakan berbasis riset,” jelasnya.

‎Selain itu, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dengan strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

‎Upaya tersebut juga didukung pengembangan klaster pangan berbasis end-to-end guna meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

‎Melalui sinergi berkelanjutan, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan di Provinsi Aceh. (**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bank Indonesia Aceh Kick Off Program Pendidikan Kebanksentralan 2026, Perkuat Sinergi dengan Kampus

Terkini