Iklan

terkini

Museum Tsunami Aceh : Kegiatan Sosialisasi Kebencanaan Bertajuk “Stay Alert Stay Alive

Chaidir
28 April 2026, 11:59:00 AM WIB Last Updated 2026-04-28T05:00:16Z



Portalssi, Banda Aceh : Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Tsunami Aceh menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kebencanaan bertajuk “Stay Alert Stay Alive” di Aula Museum Tsunami Aceh, Senin, 20 April 2026.


‎Kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya siaga bencana dan memberikan edukasi mendalam bagi generasi muda di Aceh.


‎Acara yang diikuti puluhan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dan UIN Ar-Raniry ini membedah berbagai potensi ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi. Peserta juga diberikan panduan praktis mengenai cara menggabungkan sistem peringatan dini serta langkah-langkah evakuasi mandiri.

‎Kepala Seksi Edukasi dan Persiapan Museum Tsunami Aceh, Abdul Lathief, menyatakan bahwa museum memiliki tanggung jawab moral untuk mengubah ingatan kolektif menjadi kekuatan mitigasi. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dimulai dari literasi yang baik terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.


‎Kesiapsiagaan dimulai dari literasi yang baik serta kemandirian dalam menyiapkan rencana keluarga,” ujar Abdul Lathief mewakili Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar.


‎Dalam sesi pemaparan materi, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USK, Rizanna Rosemary, menekankan pentingnya latihan yang rutin. Ia menjelaskan bahwa kecepatan respon tubuh dan mental dalam menghadapi bencana yang datang mendadak hanya dapat terbentuk jika tindakan mitigasi telah menjadi insting atau kinerja bertahan hidup.


‎Senada dengan hal tersebut, Redaktur Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika, membedah karakteristik ancaman bencana spesifik di wilayah Aceh. Ia mengingatkan pentingnya penerapan siklus manajemen bencana bagi individu maupun kelompok agar risiko dapat diminimalkan.

‎“Setiap warga yang bermukim di Aceh harus paham benar kondisi rawan bencana ini. Kita harus selalu waspada dan tidak boleh lalai, apalagi amnesia terhadap bencana yang sering terjadi,” tegas Yarmen.


‎Melalui kegiatan ini, Museum Tsunami Aceh diharapkan terus berfungsi sebagai pusat edukasi berkelanjutan yang mampu membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan. (**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Museum Tsunami Aceh : Kegiatan Sosialisasi Kebencanaan Bertajuk “Stay Alert Stay Alive

Terkini