Iklan

terkini

Semangat sastra kembali menggema di Tanah Rencong‎

Chaidir
28 April 2026, 12:01:00 PM WIB Last Updated 2026-04-28T05:01:57Z

‎Portalssi, Banda Aceh : Semangat sastra kembali menggema di Tanah Rencong melalui gelaran Puitika Tanah Rencong yang berlangsung khidmat di kawasan bersejarah Taman Sari Gunongan, Senin (27/4). Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan panjang literasi Aceh yang sarat nilai budaya dan spiritualitas.


‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, dalam berbagai acaranya mengajak seluruh hadirin untuk mengenang kembali kejayaan sastra Aceh di panggung dunia. Ia menyamakan momentum Temu Penyair Internasional yang pernah menjadikan Banda Aceh sebagai pusat gravitasi sastra global.

‎“Ingatan kita kembali terbang ke tahun 2016, ketika ratusan ratus dari berbagai negara berkumpul di Aceh. Puisi dari beragam bahasa membuai tanah Hamzah Fansuri dan memperkenalkan wajah Aceh yang damai kepada dunia. Semangat itulah yang ingin kita hidupkan kembali malam ini,” ujarnya.


‎Ia juga menekankan pentingnya kehadiran tokoh sastra nasional, Taufik Ismail, sebagai inspirasi lintas generasi. Menurutnya, karya-karya Taufik Ismail tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual masyarakat.

‎“Kami tumbuh dengan puisi beliau, salah satunya 'Sajadah' yang begitu membekas. Itu adalah refleksi kerendahan seorang hamba di hadapan Tuhannya,” tambah Dedy.


‎Lebih lanjut, Dedy menekankan bahwa kedekatan Taufik Ismail dengan Aceh telah terjalin lama, termasuk melalui kontribusinya dalam antologi Selawat tahun 1995 dan kehadirannya saat Aceh dilanda bencana tsunami. Ia menyebut sosok tersebut sebagai “jembatan hidup” antara kejayaan literasi masa lalu dan masa depan Aceh.


‎Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan tiga pesan kolaboratif: kebangkitan sastra melalui penguatan event internasional, sinergi sastra dengan industri perfilman, serta pemerataan kegiatan budaya hingga ke wilayah Aceh Barat Selatan, Utara Timur, dan Tenggara Tengah.

‎Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Irini Dewi Wanti, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam berbagai hal, ia menekankan bahwa Aceh memiliki posisi penting dalam lanskap sastra Indonesia.


‎“Puisi adalah ruang yang membangun imajinasi, kepekaan, dan kecintaan terhadap tanah air. Apa yang kita saksikan malam ini adalah bukti bahwa sastra tetap hidup, bahkan di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.


‎Irini juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermula dari inisiatif penuh kecintaan terhadap Aceh, termasuk dari sosok pendamping Taufik Ismail, yang memiliki kedekatan emosional dengan daerah ini. Ia menilai, Puitika Tanah Rencong menjadi refleksi sekaligus penguat semangat para sastrawan Aceh pasca berbagai musikbah yang terjadi


‎“Dalam kondisi apa pun, semangat sastrawan Aceh tidak pernah padam. Justru dari situ lahir karya-karya yang semakin membumi dan sarat makna,” tambahnya.

‎Salah satu pengunjung yang juga seniman yang berasal dari Banda Aceh, yang akrab disapa Cek Nas, mengaku sangat terkesan dengan acara tersebut. Ia menyebut momen ini sebagai pengalaman yang langka dan penuh makna.


‎"Ini luar biasa. Kami bisa menyaksikan langsung sebuah puisi legenda seperti Taufik Ismail. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, penuh nostalgia," ungkapnya.


‎Melalui Puitika Tanah Rencong, Aceh kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pusat kebudayaan dan sastra yang kaya di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya karya-karya baru yang tidak hanya mengakar pada tradisi, tetapi juga mampu menembus panggung global. (**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Semangat sastra kembali menggema di Tanah Rencong‎

Terkini