Portalssi, Acèh : Rapa’i pase merupakan alat musik asal aceh pesisir, alat musik ini merupakan salah satu alat musik yang sudah ada dari masa lalu. nama Rapa'i diambil dari seorang ahli tasauf (ilmu tentang ajaran-ajaran Islam) yaitu Ahmad Rifa’i. Ahmad Rifa’i dipercaya merupakan sebagai pembuat alat musik.
Kemudian oleh Syeikh Abdul Kadir Djailani merupakan orang pertama yang mengenalkan gendang dufun pada masyarakat Aceh sehingga diberilah nama rapa’i sebagai salah satu upaya untuk mengenang pencipta alat tersebut yaitu Ahmad Rifa’i. Istilah Pasee ini merupakan sebutan untuk daerah Pasai, salah satu desa di Kecamatan Bayu Kabupaten Aceh Utara yang diberikan oleh masyarakat Desa Awe, dikarenakan merupakan tempat pertama untuk perkenalan alat tersebut. Pada saat sekarang ini gendang dufun lebih dikenal sebagai Rapa’i Pasee.
Rapai Pasee tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga memiliki peran penting dalam kegiatan keagamaan dan budaya masyarakat Aceh. Alat musik ini sering dimainkan dalam acara adat, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan berbagai perayaan tradisional lainnya. Melalui suara yang dihasilkannya, Rapai Pasee menjadi simbol kuatnya budaya Islam di Aceh.
Setelah massa berkumpul, rapai akan tetap di mainkan dengan memasukkan unsur teks sebagai nyanyian yang berisi ayat-ayat suci yang terkandung dalam Al-Quran. Namun, pertunjukkan yang ditampilkan oleh Rapai Pasee sangat terbatas karena ukuran gendang yang sangat besar, sehingga mempersulit para pemain untuk melakukan atraksi, maka lahirlah jenis rapai lainnya yang berukuran kecil dan atraktif bagi pemainnya. (**)

