Iklan

terkini

Seudati Merupakan Sebuah Tarian Tradisional khas Aceh

Chaidir
09 Mei 2026, 10:48:00 AM WIB Last Updated 2026-05-09T03:49:18Z

Portalssi Aceh : Kesenian tradisional merupakan cerminan jati diri bangsa dan warisan leluhur yang sangat berharga.

‎Salah satu kesenian tradisional yang patut dijaga kelestariannya adalah tari Seudati, sebuah tarian khas Aceh yang menggambarkan semangat, keberanian, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Aceh.


Indonesia memiliki beragam tari daerah , salah satunya tari Seudati. Tarian  Seudati asal Aceh ini memiliki suatu keunikan yaitu dibawakan tanpa iringan alat musik apapun.


‎Tari Seudati berasal dari daerah Pidie, Aceh. Namun ada juga sumber yang mengatakan kalau tari ini berkembang di daerah Aceh Utara. Meski belum ada catatan pasti mengenai asal-usul tari Seudati, diyakini tari ini berkembang sejak Islam masuk ke Aceh sekitar abad ke-16 Masehi.

‎Sejarah Tari Seudati

‎Tari Seudati berasal dari bahasa Arab 'Syahadat', yang artinya bersaksi atau pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah dalam Islam. Ada juga yang mengatakan bahwa Seudati berasal dari kata 'Seurasi' yang berarti harmonis atau kompak.


‎Tarian ini dibawa dengan mengisahkan berbagai macam masalah yang terjadi agar masyarakat tahu cara menyelesaikan persoalan bersama-sama. Awalnya, tarian Seudati dikenal sebagai tarian pesisir yang disebut Ratoh atau Ratoih. Artinya menceritakan untuk mengawali permainan atau diperagakan untuk bersuka ria saat musim panen atau malam bulan purnama.

‎Istilah dalam Seudati umumnya berasal dari bahasa Arab, karena ulama yang mengembangkan Islam di Aceh berasal dari sana.


‎Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, karena syairnya dianggap dapat membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk melawan penjajahan. Oleh sebab itu, Seudati sempat dilarang pada masa penjajahan Belanda, namun kini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.


‎Karakteristik dan Unsur Tari Seudati:Penari: Terdiri dari 8-10 penari pria yang dipimpin oleh satu orang Syeh.Musik Pengiring: Mengandalkan suara penari sendiri (tepuk dada, jentikan jari, hentakan kaki) dan syair yang dinyanyikan oleh aneuk syahi (penyanyi).Gerakan: Sangat dinamis, heroik, dan terkadang berbeda-beda antar penari, menciptakan harmoni yang kompleks.Kostum: Biasanya mengenakan pakaian ketat berwarna putih, celana panjang, kain songket di pinggang, dan ikat kepala merah (tangkulok).

‎Fungsi Tari Seudati

Seudati banyak dikatakan sebagai tari yang dibawa ketika Islam masuk ke Aceh. Maka, tarian ini memiliki fungsi dipentaskan sebagai media dakwah bagi masyarakat agar terhibur sekaligus memahami agama Islam. Kemudian, fungsinya untuk membangkitkan semangat dari syair-syair yang dilantunkan selama tarian berlangsung.


‎Selain pengobar semangat, tarian ini mengandung filosofi kehidupan sehingga dapat mengajarkan nilai atau solusi bagi permasalahan. Semakin lama, tari Seudati juga banyak ditampilkan di berbagai acara seperti pernikahan, festival budaya, hingga promosi pariwisata di Aceh. (**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Seudati Merupakan Sebuah Tarian Tradisional khas Aceh

Terkini