Portalssi, Aceh Tenggara : Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong terus ditunjukkan oleh Babinsa Posramil Lawe Bulan jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara bersama masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan Jembatan Aramco yang berada di Desa Lawe Kinge, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (22/07/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut mendorong serta membantu berbagai kegiatan pembangunan yang memiliki manfaat langsung bagi kepentingan masyarakat.
Pada tahapan pembangunan kali ini, pekerjaan difokuskan pada pengecoran pondasi jembatan serta pembersihan jalan akses menuju lokasi pembangunan. Kedua kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam menunjang kelancaran pembangunan, terutama dalam memastikan struktur jembatan memiliki dasar yang kuat serta mempermudah mobilisasi material konstruksi menuju lokasi pekerjaan.
Babinsa Posramil Lawe Bulan, Serda Edi, bersama masyarakat tampak bekerja bahu-membahu sejak pagi hari. Sebagian personel dan warga melaksanakan proses pengecoran pondasi yang nantinya menjadi salah satu penopang utama konstruksi jembatan. Sementara itu, warga lainnya melaksanakan pembersihan jalan akses yang digunakan sebagai jalur pelangsiran dan mobilisasi material bangunan.
Dengan penuh semangat, seluruh pihak saling membantu sesuai dengan tugas masing-masing. Kekompakan tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan serta kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas umum yang nantinya akan digunakan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Desa Lawe Kinge.
Serda Edi mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam pembangunan Jembatan Aramco merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.
“Budaya gotong royong harus terus dipelihara karena menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun desa. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat, sehingga kebersamaan serta kepedulian antarwarga tetap terjaga dalam setiap kegiatan pembangunan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat. Dengan adanya kerja sama dan semangat gotong royong, berbagai pekerjaan dapat dilaksanakan secara lebih cepat, efektif, dan efisien.
Ia menambahkan, pondasi merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam konstruksi jembatan karena berfungsi sebagai penopang utama yang menahan beban bangunan. Oleh karena itu, proses pengecoran dilakukan dengan penuh ketelitian dan memperhatikan kualitas pekerjaan agar pondasi yang dihasilkan memiliki kekuatan serta daya tahan yang baik.
“Pekerjaan pengecoran pondasi harus dilakukan secara teliti karena pondasi merupakan dasar utama dari konstruksi jembatan. Dengan pondasi yang kuat, diharapkan jembatan dapat berdiri kokoh, aman digunakan, dan memiliki daya tahan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Selain pengecoran pondasi, pembersihan jalan akses menuju lokasi pembangunan juga menjadi bagian penting dalam tahapan pekerjaan. Jalan yang bersih dan mudah dilalui akan mendukung kelancaran proses pengangkutan material, baik menggunakan kendaraan maupun secara manual, sehingga seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tidak mengalami hambatan berarti.
Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Lawe Kinge diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat. Keberadaan jembatan tersebut nantinya akan mempermudah akses warga dalam melaksanakan berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, jembatan ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menjangkau berbagai fasilitas umum, seperti lembaga pendidikan, pusat pelayanan kesehatan, kantor pemerintahan, serta lokasi pemasaran hasil pertanian dan perkebunan. Dengan akses transportasi yang semakin baik, diharapkan roda perekonomian masyarakat dapat bergerak lebih lancar dan potensi wilayah dapat dikembangkan secara optimal.
Antusiasme masyarakat Desa Lawe Kinge terlihat begitu tinggi selama proses pembangunan berlangsung. Warga secara sukarela turut membantu berbagai tahapan pekerjaan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur desa. Mereka menyadari bahwa keberadaan jembatan tersebut nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat.
Salah seorang warga Desa Lawe Kinge, Deni (50), menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas keterlibatan Babinsa yang selalu hadir bersama masyarakat dalam mendukung pembangunan Jembatan Aramco.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran mereka membuat kami semakin bersemangat untuk bergotong royong. Jembatan ini sangat kami butuhkan karena akan mempermudah aktivitas sehari-hari, terutama untuk membawa hasil kebun, mengakses sekolah, maupun menuju pusat pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Ia berharap pembangunan Jembatan Aramco dapat berjalan lancar dan segera selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera selesai dan hasilnya kuat serta bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sinergi yang terjalin antara Babinsa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terus terpelihara di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut juga menjadi modal penting dalam mendukung percepatan pembangunan serta mewujudkan infrastruktur yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kerja sama yang solid dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, pembangunan Jembatan Aramco diharapkan dapat diselesaikan sesuai target dengan hasil yang berkualitas. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas warga, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Lawe Kinge.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kodim 0108/Aceh Tenggara melalui para Babinsa akan terus berupaya hadir dan mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan di wilayah binaan. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk terus mengabdi kepada masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.(**)

