Iklan

terkini

Kupiah Meukeutop,‎Merupakan Penutup Kepala Tradisional Bagian busana adat Aceh

Chaidir
23 Agustus 2026, 11:31:00 AM WIB Last Updated 2026-08-23T04:31:12Z


Portalssi, Banda Acèh : Bagi masyarakat Aceh, penutup kepala bukan sekadar pelengkap usana. Di dalamnya terdapat identitas, estetika, filosofi dan jejak sejarah yang iwariskan lintas generasi.

alah satu yang paling dikenal adalah Kupiah Meukeutop, penutup kepala tradisional ang menjadi bagian dari busana adat Aceh.


‎Bentuknya yang khas dengan susunan

‎arna dan ornamen tertentu membuatnya mudah dikenali sekaligus menjadikannya

‎alah satu karya kerajinan tradisional Aceh yang bernilai budaya. upiah Meukeutop memiliki bentuk yang relatif tinggi dengan bagian atas menyerupai ahkota.

‎Permukaannya dihiasi kain dan motif berwarna-warni yang disusun secara

as. eindahan kupiah tersebut lahir dari keterampilan perajin dalam memilih bahan, enyusun warna, membuat pola, hingga merangkai setiap bagian menjadi sebuah

enutup kepala yang memiliki karakter kuat.

ari Busana Adat hingga Simbol Perjuangan upiah Meukeutop memiliki hubungan erat dengan sejarah Aceh. Penutup kepala ini ikenal luas melalui sosok Teuku Umar, salah satu pahlawan nasional yang memimpin erjuangan rakyat Aceh melawan kolonialisme.

arena keterkaitannya dengan tokoh perjuangan tersebut, Kupiah Meukeutop kemudian enjadi salah satu simbol visual yang kuat dalam menggambarkan keberanian dan dentitas masyarakat Aceh.

alam tradisi adat, kupiah juga digunakan sebagai bagian dari busana laki-laki,

ermasuk dalam prosesi perkawinan.

engan demikian, sebuah karya kerajinan dapat hadir dalam dua ruang sekaligus:

bagai bagian dari tradisi adat dan sebagai simbol sejarah perjuangan.

epala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Nurlaila

mjah, S.Sos., M.M., mengatakan Kupiah Meukeutop merupakan salah satu bentuk

ni kriya yang memperlihatkan bagaimana unsur estetika dan identitas budaya dapat

enyatu dalam sebuah benda tradisional.

upiah Meukeutop bukan hanya penutup kepala. Bentuk, warna, motif dan cara

mbuatannya memiliki nilai seni yang kuat serta berkaitan dengan identitas budaya

eh. Ketika dikenakan dalam busana adat, kupiah ini menjadi bagian dari keseluruhan

spresi budaya masyarakat Aceh.”

eni di Balik Warna dan Motif

alah satu daya tarik Kupiah Meukeutop terletak pada komposisi warna dan motifnya. Warna-warni yang tersusun pada bagian kupiah memberikan karakter visual yang kuat.

otif dan ornamen tersebut sekaligus memperlihatkan keterampilan tangan para

erajin.

lam perkembangannya, muncul berbagai variasi kupiah dengan sentuhan motif yang erbeda. Ada yang mempertahankan pola tradisional, ada pula yang mengadaptasi

namen Aceh lainnya.

ariasi tersebut membuat Kupiah Meukeutop dapat terus berkembang tanpa

ehilangan bentuk khasnya.

eberapa produk kerajinan modern juga mengembangkan kupiah dengan sentuhan

otif Pintu Aceh maupun ornamen tradisional dari berbagai wilayah.

i sinilah seni kriya tradisional menemukan ruang baru. Bentuk warisan lama dapat

kembangkan menjadi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa ni.

arya Tangan yang Perlu Diwariskan

embuatan Kupiah Meukeutop membutuhkan ketelitian. Perajin tidak hanya dituntut

mpu menyusun bahan, tetapi juga memahami pola, ukuran, komposisi warna dan arakter ornamen. eterampilan semacam ini merupakan pengetahuan budaya yang tidak selalu dapat iperoleh hanya melalui buku. Ia membutuhkan proses belajar langsung dari perajin

ng lebih berpengalaman.

arena itu, regenerasi menjadi salah satu tantangan penting dalammempertahankan eni kerajinan Kupiah Meukeutop.

urlaila menilai generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal sekaligus

ngembangkan kerajinan tradisional tersebut.

elestarian seni kriya harus berjalan bersama dengan regenerasi. Anak-anak muda erlu diberi kesempatan untuk belajar membuat, mengenal motif dan memahami

ejarahnya. Dengan begitu, Kupiah Meukeutop tidak hanya menjadi simbol yang kita nakan, tetapi juga keterampilan budaya yang terus hidup.”

ari Panggung Adat ke Ruang Kreatif

aat ini, Kupiah Meukeutop tidak hanya digunakan dalam konteks adat.

enutup kepala tersebut juga kerap hadir dalam acara resmi, pertunjukan kebudayaan, estival, kegiatan pariwisata dan berbagai momentum yang menampilkan identitas ceh.

erkembangan ekonomi kreatif juga membuka peluang baru. Kupiah Meukeutop dapat ikembangkan sebagai produk kerajinan, cenderamata dan bagian dari fesyen budaya anpa menghilangkan karakter tradisionalnya. Bagi sektor pariwisata, kupiah juga dapat menjadi salah satu produk yang emperkenalkan identitas Aceh kepada wisatawan.

tika seorang wisatawan membawa pulang Kupiah Meukeutop, yang dibawa bukan

nya sebuah benda.

da cerita tentang Aceh, sejarah perjuangan, seni kerajinan dan kreativitas para perajin yng ikut menyertainya.

njaga Seni yang Ada di Kepala

upiah Meukeutop memperlihatkan bagaimana sebuah benda sederhana dapat enjadi bagian dari identitas yang jauh lebih besar.

a memiliki bentuk yang khas, warna yang menarik, keterampilan pengerjaan yang

‎pernilai seni dan sejarah yang kuat.

ari busana adat hingga simbol perjuangan, dari tangan perajin hingga panggung

budayaan, Kupiah Meukeutop terus menemukan ruang untuk hidup.

a bukan sekadar peci. Kupiah Meukeutop adalah karya seni yang dikenakan dikepala,


sekaligus simbol sejarah dan identitas budaya Aceh yang terus diwariskan dari generasi

‎ke generasi. (ADV)


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kupiah Meukeutop,‎Merupakan Penutup Kepala Tradisional Bagian busana adat Aceh

Terkini