Banda Aceh,Portalssi : Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmennya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) dengan melibatkan anak dalam penyusunan rekomendasi kebijakan melalui kegiatan "Berdialog bersama Anak" pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kota Banda Aceh 2026 di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026).
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan anak merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa sehingga harus memperoleh dukungan, perlindungan, dan ruang untuk menyampaikan aspirasi.
"Sepertiga penduduk kota kita adalah anak-anak. Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Anak-anak ingin punya dukungan dan fasilitas yang baik agar bisa menjadi pemimpin ke depan, pintar dan taat kepada Allah," kata Illiza.
Ia menegaskan pemerintah kota berkomitmen menghadirkan Banda Aceh sebagai kota yang ramah bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang. "Semua anak dari berbagai latar belakang hari ini berkumpul di sini," ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Illiza juga menginstruksikan Sekretaris Daerah dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan anak-anak. Aspirasi tersebut mencakup pencegahan penjualan rokok dan kondom secara bebas, penanganan kekerasan di tempat penitipan anak (daycare), serta upaya mengatasi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Ia turut menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dengan meminta seluruh pihak mematuhi aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). "Jika ada Kadis, kepala sekolah, atau guru yang merokok di KTR, laporkan! Siap anak-anak jadi agent of change Banda Aceh? Kita punya media sosial, viralkan saja kalau ada," katanya.
Menurut Illiza, peran keluarga juga menjadi kunci dalam tumbuh kembang anak. Ia mengingatkan orang tua agar menghindarkan anak dari paparan residu asap rokok, membangun komunikasi setiap hari, serta memperkuat peran ayah dalam pengasuhan. "Semua anak punya potensi. Tidak ada anak yang bodoh, hanya orang tua dan guru yang men-judge begitu," ujarnya.
Selain itu, Illiza mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, dan memanfaatkan program L2T2 gratis dari Perumdam Tirta Daroy agar limbah domestik tidak mencemari air tanah.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, termasuk dalam mewujudkan KLA. Butuh dukungan dari segenap elemen kota," katanya.
Menutup sambutannya, Illiza menyampaikan optimisme terhadap generasi muda Banda Aceh. "Insyaallah, pemimpin Indonesia pada tahun 2045 sedang duduk di hadapan kita hari ini," ucapnya.
Kegiatan bertema "Jika Nanti Aku Menjadi Pemimpin Tahun 2045" itu diikuti sekitar 100 anak utusan dari 25 gampong di sembilan kecamatan se-Kota Banda Aceh. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Ketua TP PKK Dessy Maulida, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Siti Hajar, sejumlah pejabat, dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh Tiara Sutari mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bertujuan meningkatkan kepedulian seluruh pemangku kepentingan terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.
"Tujuannya adalah menciptakan ruang bagi anak untuk berpartisipasi serta menggalang dukungan semua pihak untuk mewujudkan Kota Layak Anak. Kami juga mengajak masyarakat menciptakan lingkungan yang nyaman dan ramah anak," ujar Tiara.
Rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional di Banda Aceh meliputi senam sehat, pemeriksaan mata gratis, lomba ranking 1, lomba menggambar, skrining kesehatan mental, penampilan kreativitas anak, permainan tradisional, pembacaan Suara Anak, pemberian santunan kepada anak yatim, hingga pelelangan karya anak.
Sebelumnya, DP3AP2KB juga telah melaksanakan berbagai kegiatan pendukung, antara lain edukasi antiperundungan di sekolah, permainan tradisional edukatif tingkat PAUD dan TK, aksi peduli kemanusiaan bagi anak penderita kanker, serta kampanye penguatan peran ayah dalam pengasuhan.(**)

