Iklan

terkini

Penguatan Syariat Islam di Banda Aceh Dimulai dari Kolaborasi Ulama dan Umara

Chaidir
05 Agustus 2026, 10:05:00 AM WIB Last Updated 2026-08-05T03:05:31Z


‎Banda Aceh, Portalssi : Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan penguatan Syariat Islam sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah maupun ulama. Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Silaturahmi Ulama dan Umara yang digelar di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (2/8/2026) malam.

‎Mengusung tema "Meneguhkan Tanggung Jawab Kolektif dalam Penguatan Syariat Islam Menuju Banda Aceh Kota Kolaborasi", kegiatan ini menghadirkan Imam dan Khatib Masjid Al-Zahir Baibars Kairo, Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa, yang juga mengajar fiqih, mawaris, tauhid, dan sejarah para nabi di Al-Azhar serta sejumlah majelis ilmu di Mesir.

‎Acara turut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh dan instansi vertikal, pimpinan dayah, dai dan daiyah, muhtasib gampong, akademisi, serta ulama se-Banda Aceh.

‎Dalam sambutannya, Illiza mengatakan forum tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga nilai-nilai Islam sebagai jati diri Banda Aceh sekaligus merumuskan langkah nyata menghadapi berbagai tantangan zaman.

‎"Tujuannya adalah membangun komitmen bersama bahwa penegakan syariat bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen. Kami juga ingin merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan zaman, termasuk dampak media sosial terhadap keluarga," ujarnya.

‎Menurut Illiza, amanah sebagai kepala daerah tidak dapat dijalankan tanpa dukungan para ulama. Ia mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam penegakan Syariat Islam, mulai dari pelanggaran syariat hingga pengaruh media sosial terhadap kehidupan keluarga.

‎"Saya minta bantuan para ulama. Penegakan syariat Islam masih menghadapi tantangan, masih ada pelanggaran syariat. Belum lagi persoalan media sosial, apa yang dilihat keluarga kita. Komitmen kita harus kuat, karena roadmap syariat Islam bukan hanya soal ibadah, tapi juga muamalah, jual beli dan kehidupan sehari-hari," katanya.

‎Illiza juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa di Banda Aceh. Menurutnya, kunjungan ulama Al-Azhar tersebut menjadi kehormatan sekaligus memperkuat hubungan keilmuan yang telah lama terjalin antara Aceh dan Al-Azhar.

‎"Atas nama Pemko dan masyarakat Banda Aceh saya ucapkan ahlan wa sahlan. Kehadiran Syeikh menjadi kehormatan dan penguat hubungan keilmuan Aceh dengan Al-Azhar yang sudah lama menjadi rujukan," ujarnya.

‎Ia berharap forum tersebut menghasilkan rumusan yang dapat menjadi dasar penguatan kebijakan Syariat Islam di Banda Aceh. "Mudah-mudahan suatu hari ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab menjaga Syariat Islam di Banda Aceh, jawabannya bukan pemerintah saja, bukan ulama saja, tetapi kita semua," ucapnya.

‎Dalam tausiahnya, Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa mengaku bahagia dapat bersilaturahmi di Banda Aceh yang merupakan daerah pertama yang dikunjunginya di Asia. Ia menekankan pentingnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW ketika membangun peradaban di Madinah.

‎"Jika ulama dan umara bersatu, maka masyarakat akan hidup baik dan sejahtera. Sebaliknya jika tidak sinergi akan terjadi kekacauan. Tugas pemimpin adalah menjaga agama agar perintah Allah dan sunnah dijalankan dengan baik. Untuk itu perlu fasilitas pendidikan yang memadai," kata Syeikh.

‎Usai penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama Syeikh Dr Hisyam Al-Kamil Hamid Musa serta penyusunan rumusan yang akan menjadi bahan kebijakan penguatan Syariat Islam di Kota Banda Aceh.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Penguatan Syariat Islam di Banda Aceh Dimulai dari Kolaborasi Ulama dan Umara

Terkini