Iklan

terkini

Rapai Geurimpheng Kesenian Tradisional Kawasan Pesisir Timur Aceh

Chaidir
25 Agustus 2026, 10:02:00 AM WIB Last Updated 2026-08-25T03:03:34Z

Portalssi, Banda Acèh : Kekayaan seni tradisional Aceh tidak hanya terlihat dari gerak tari

‎dan bunyi alat musik, tetapi juga terdengar melalui syair yang menjadi bagian penting

‎dalam kehidupan kebudayaan masyarakat.

‎Salah satu kesenian yang memperlihatkan perpaduan tersebut adalah Rapai

‎Geurimpheng, kesenian tradisional yang berkembang di kawasan pesisir timur Aceh,

‎termasuk wilayah Aceh Utara.

‎Rapai Geurimpheng memadukan tabuhan rapai, gerakan tubuh yang dinamis dan

‎lantunan syair. Perpaduan itu membuat pertunjukan tidak hanya menjadi hiburan,

‎tetapi juga menjadi ruang penyampaian pesan, nasihat dan nilai-nilai kehidupan yang

‎berkembang di tengah masyarakat.

‎Dalam satu pertunjukan, Rapai Geurimpheng dimainkan oleh 12 orang. Delapan orang

‎berperan sebagai penabuh sekaligus penari yang dikenal sebagai aneuk pulot. Tiga

‎orang lainnya berfungsi sebagai pengiring, sedangkan satu orang bertugas sebagai

‎penyair atau syahi/syah.

‎Kehadiran syahi menjadi salah satu unsur penting karena melalui lantunan syair,

‎pertunjukan memperoleh alur cerita dan pesan yang hendak disampaikan kepada

‎penonton.

‎Pertunjukan Rapai Geurimpheng memiliki sejumlah tahapan atau babak. Pertunjukan

‎diawali dengan salam dan gerakan mengangkat tangan secara serentak kepada

‎penonton yang dikenal sebagai salem aneuk syahi, kemudian dilanjutkan dengan salem

‎akan.

‎Setelah itu terdapat bagian cakrum, yang disusul dengan gerakan dinamis dan heroik

secara serentak mengikuti tabuhan rapai. Bagian tersebut dikenal sebagai tingkah,

‎salah satu bagian yang memperlihatkan kekompakan antara gerakan pemain dan ritme

‎perkusi.

‎Selanjutnya masuk pada bagian kisah. Pada tahap ini, syahi menyampaikan syair yang

‎isinya dapat disesuaikan dengan konteks atau acara tempat kesenian tersebut

‎dipentaskan.

‎Pertunjukan kemudian ditutup dengan bagian yang dikenal sebagai gambus.

‎Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Nurlaila

‎Hamjah, S.Sos., M.M., mengatakan Rapai Geurimpheng memperlihatkan kuatnya

‎hubungan antara seni musik, gerak dan bahasa dalam tradisi masyarakat Aceh.

‎“Rapai Geurimpheng merupakan salah satu kesenian yang memperlihatkan bagaimana

‎bahasa dan syair menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari seni pertunjukan Aceh. Di dalamnya ada musik, gerakan, kekompakan dan pesan yang disampaikan melalui syair.

‎Inilah kekayaan seni tradisional yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda,”

‎ujarnya.

‎Syair sebagai Napas Pertunjukan

‎Dalam kesenian tradisional Aceh, syair bukan sekadar pelengkap pertunjukan. Syair

‎menjadi media untuk menyampaikan cerita, nasihat, nilai agama hingga pesan sosial.

‎Hal tersebut juga terlihat dalam Rapai Geurimpheng. Ketika tabuhan rapai mengiringi

‎gerakan para pemain, syahi menjadi penghubung antara pertunjukan dengan pesan

‎yang hendak disampaikan.

‎Keunikan tersebut membuat Rapai Geurimpheng berada pada persimpangan antara

‎seni musik, tari dan sastra lisan. Bahasa menjadi bagian dari pertunjukan yang

‎membuat sebuah kesenian memiliki cerita dan makna.

‎Di tengah perkembangan hiburan modern, keberadaan kesenian seperti Rapai

‎Geurimpheng menjadi penting untuk terus dijaga. Pelestarian bukan hanya menyangkut

‎keberlangsungan pertunjukan, tetapi juga menjaga pengetahuan tentang teknik

‎memainkan rapai, pola gerak, struktur pertunjukan serta syair yang diwariskan

‎antargenerasi.


‎Pemanfaatan media digital juga dapat membuka ruang baru bagi kesenian tradisional.

‎Dokumentasi pertunjukan, pengenalan alat musik, hingga publikasi syair dan cerita di

‎berbagai platform dapat membuat seni tradisi lebih dekat dengan generasi muda.

‎Rapai Geurimpheng pada akhirnya menunjukkan bahwa kekayaan budaya Aceh dapat

‎hadir melalui suara yang bertalu, gerakan yang serempak dan kata-kata yang sarat

‎makna.

‎Dari tabuhan rapai hingga lantunan syair, kesenian ini menjadi bukti bahwa bahasa

‎bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari seni, identitas dan cara

‎masyarakat Aceh mewariskan nilai kehidupan. (ADV)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rapai Geurimpheng Kesenian Tradisional Kawasan Pesisir Timur Aceh

Terkini