Iklan

terkini

Likok Pulo, Kesenian Tradisional Yang Berkembang Di Kawasan‎Pulo Aceh‎

Chaidir
25 Agustus 2026, 10:21:00 AM WIB Last Updated 2026-08-25T03:21:57Z

‎Portalssi, Banda Acèh : Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan seni dan

‎tradisi yang kuat dengan nilai-nilai Islam. Warisan tersebut tidak hanya hadir dalam

‎bentuk arsitektur, adat dan ritual masyarakat, tetapi juga melalui kesenian tradisional

‎yang memadukan gerak, musik, bahasa dan syair.

‎Salah satunya adalah Tari Likok Pulo, kesenian tradisional yang berkembang di kawasan

‎Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Tarian ini menjadi salah satu contoh bagaimana

‎masyarakat Aceh menjadikan seni pertunjukan sebagai media untuk menyampaikan

‎pesan, nasihat dan nilai kehidupan.

‎Nama Likok Pulo berasal dari kata likok yang merujuk pada gerakan atau lenggak tubuh,

‎sedangkan pulo berarti pulau. Dalam pertunjukannya, kekuatan tarian tidak hanya

‎terletak pada gerakan yang dilakukan secara kompak, tetapi juga pada syair yang

‎mengiringinya.

‎Syair menjadi bagian penting dalam pertunjukan. Pesan-pesan yang disampaikan dapat

‎berisi nasihat kehidupan, nilai keagamaan, kebersamaan serta ajakan kepada

‎masyarakat untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini.

Pertunjukan umumnya melibatkan sejumlah penari laki-laki yang duduk dan bergerak

‎secara serempak mengikuti irama. Di antara mereka terdapat seorang pemimpin syair

‎yang dikenal sebagai syekh, yang memiliki peran penting dalam menyampaikan

‎lantunan syair selama pertunjukan.

‎Kombinasi antara gerak tubuh yang dinamis, kekompakan penari, irama dan syair

‎menjadikan Likok Pulo bukan sekadar tontonan. Tarian ini juga menjadi salah satu

‎bentuk seni tutur masyarakat pesisir Aceh.

‎Kepala Bidang Bahasa dan Seni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Nurlaila

‎Hamjah, S.Sos., M.M., mengatakan keberadaan kesenian tradisional seperti Likok Pulo

‎menunjukkan bahwa bahasa dan seni di Aceh memiliki hubungan yang sangat erat.

‎“Dalam berbagai kesenian tradisional Aceh, bahasa tidak hanya digunakan untuk

‎berkomunikasi, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan nilai, nasihat dan pesan

kepada masyarakat. Likok Pulo menjadi salah satu contoh bagaimana syair dan gerak

‎dapat berpadu menjadi sebuah pertunjukan yang memiliki makna budaya,” ujarnya.

‎Menurutnya, seni tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar

‎tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Pemanfaatan ruang pendidikan,

‎komunitas seni, kegiatan kebudayaan hingga media digital dinilai dapat menjadi bagian

‎dari upaya memperluas pengenalan terhadap kesenian Aceh.

‎Seni yang Menyimpan Pesan

‎Keunikan Likok Pulo terletak pada hubungan antara gerakan dan syair. Setiap rangkaian

‎pertunjukan memiliki unsur komunikasi yang membuat penonton tidak hanya

‎menikmati keindahan gerakan, tetapi juga dapat menangkap pesan yang disampaikan.

‎Hal tersebut memperlihatkan karakter kesenian tradisional Aceh yang kerap

‎menjadikan seni sebagai media pendidikan sosial dan moral.‎Tradisi semacam ini juga menunjukkan betapa pentingnya bahasa dalam kehidupan

‎kebudayaan Aceh. Syair, hikayat, pantun, hadih maja dan berbagai bentuk seni tutur

‎lainnya telah lama menjadi sarana masyarakat untuk menyampaikan pengetahuan

‎serta nilai kehidupan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

‎Likok Pulo menjadi salah satu bagian dari kekayaan tersebut.


‎Di tengah perubahan zaman, tantangan pelestarian kesenian tradisional bukan hanya

‎menjaga bentuk pertunjukannya, tetapi juga memastikan makna, syair dan

‎pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap dipahami.

‎Karena itu, pelestarian bahasa dan seni tidak dapat dipisahkan. Ketika syair tetap

‎dilantunkan dan maknanya dipahami generasi muda, maka bukan hanya sebuah

‎pertunjukan yang bertahan, tetapi juga sebagian dari identitas budaya masyarakat

‎Aceh.

‎Dari Pulo Aceh, Likok Pulo memperlihatkan bahwa sebuah tarian dapat menjadi ruang

‎pertemuan antara gerak, bahasa, syair, nilai keagamaan dan kehidupan sosial

‎masyarakat.

‎Warisan seperti inilah yang membuat seni Aceh memiliki karakter yang kuat—bukan

‎hanya indah untuk dipandang, tetapi juga kaya untuk didengar, dipahami dan

‎diwariskan. (ADV)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Likok Pulo, Kesenian Tradisional Yang Berkembang Di Kawasan‎Pulo Aceh‎

Terkini