Iklan

terkini

‎Meugang Merupakan Tradisi Masyarakat Aceh

Chaidir
11 Mei 2026, 5:59:00 PM WIB Last Updated 2026-05-11T10:59:53Z

‎Portalssi, Acèh : Meugang merupakan sebuah tradisi yang telah mengakar dalam masyarakat Aceh dan dilaksanakan di semua wilayah dalam Provinsi Aceh, khususnya pada umat Islam. Tradisi ini berupa pemotongan hewan (lembu atau kerbau).


Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat dan yatim piatu oleh masyarakat Aceh. Meugang atau Makmeugang adalah tradisi menyembelih kurban berupa kambing atau sapi dan dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan idul fitri. Sapi dan kerbau yang disembelih berjumlah ratusan.

Selain karbau dan sapi, masyarakat Aceh juga menyembelih ayam dan bebek. Tradisi Meugang di desa biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadhan atau hari raya, sedangkan di kota berlangsung dua hari sebelum Ramadhan atau hari raya. Biasanya masyarakat memasak daging di rumah, setelah itu membawanya ke mesjid untuk makan bersama tetangga dan warga yang lain. Sejarah Tradisi Meugang sudah dilaksanakn sejak ratusan tahun yang lalu di Aceh. Meugang dimulai sejak masa Kerajaan Aceh. Kala itu (1607-1636 M), Sultan Iskandar Muda memotong hewan dalam jumlah banyak dan dagingnya dibagikan secara gratis kepada seluruh rakyatnya.

Hal ini dilakukan sebagai rasa syukur atas kemakmuran rakyatnya dan rasa terima kasih kepada rakyatnya. Setelah Kerajaan Aceh ditaklukan oleh Belanda pada tahun 1873, tradisi ini tidak lagi dilaksanakan oleh raja. Namun, karena hal ini telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh, maka meugang tetap dilaksanakan hingga saat ini dalam kondisi apapun. Tradisi meugang juga dimanfaatkan oleh pahalawan Aceh dalam bergerilya, yakni daging sapi dan kambing diawetkan untuk perbekalan.

Ribuan warga memadati pasar untuk membeli daging, yang seringkali menyebabkan lonjakan harga, namun tetap dibeli karena sudah menjadi budaya.

Sebagai bentuk kesyukuran dan persiapan spiritual maupun fisik sebelum menjalankan ibadah puasa.Tradisi ini tetap lestari dan mengakar kuat di seluruh lapisan masyarakat Aceh.

‎Bulan suci Ramadan yang datang hanya sekali setahun tentu disambut dengan meriah dari Sabang sampai Merauke, tak terkecuali masyarakat Aceh yang memiliki tradisi khas dan telah diwariskan secara turun-temurun, yaitu tradisi Meugang.

‎Tradisi ini menjadi momen penting yang tidak hanya menandai awal Ramadan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan tetangga. Dalam suasana penuh kekeluargaan, warga Aceh menyambut Ramadan dengan dengan berbagai kegiatan seperti menyembelih hewan, memasak daging, hingga menikmati hidangan olahan daging bersama-sama.


‎Tradisi Meugang di Aceh bukan sekadar pesta makan, melainkan simbol rasa syukur dan persiapan spiritual menyambut bulan penuh berkah. Kegiatan ini biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum Ramadan dimulai, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Aceh.

‎Agar kamu lebih tahu lagi tradisi Meugang Aceh yang menyimpan nilai sejarah, berikut ulasan lengkapnya dan seperti apa pelaksanaan tradisi tersebut saat Ramadan tiba.

‎Sebagai daerah yang mayoritasnya penduduk muslim, masyarakat Aceh tentunya memiliki tradisi unik saat menyambut Ramadan disebut Meugang. Tradisi Meugang Aceh ini memiliki beberapa nama, biasa disebut Makmeugang, Haghi Mamagang, Uroe Meugang atau Uroe Keuneukoh.



‎Kata “Gang” dari Meugang di dalam bahasa Aceh diartikan pasar. Tradisi Aceh ini berkaitan dengan kegiatan di pasar, lokasi di mana masyarakat Aceh akan ramai berkumpul untuk jual beli ketika bulan Ramadan tiba, juga saat Idulfitri dan Idul Adha. Keseluruhan Makmeugang nama tradisi ini “Makmu that gang nyan” yang artinya makmur sekali pasar itu.

‎Tradisi Meugang Aceh memiliki sejarah panjang hingga kini dilestarikan dan tetap rutin dilaksanakan saat menyambut bulan Ramadan. Meugang muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam di daerah Aceh.


‎Tepatnya pada abad ke-14 Masehi, kerajaan Aceh Darussalam yang berdiri kokoh pada waktu itu. Pada masa tersebut tradisi Meugang dilaksanakan di Istana karena pelaksananya adalah kerajaaan Aceh Darussalam. Saat Meugang berlangsung para Sultan Aceh, menteri, ulama dan para pembesar kerajaan akan hadir memeriahkan acara tersebut.


‎Biasanya raja akan memerintahkan balai fakir yang memang bertugas menangani fakir miskin dan dhuafa di masyarakat Aceh untuk membagikan berbagai barang kebutuhan dasar yang dibutuhkan fakir miskin untuk melaksanakan bulan Ramadan. Mulai dari beras hingga daging, yang biayanya berasal dari bendahara Silatu Rahim.(**)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ‎Meugang Merupakan Tradisi Masyarakat Aceh

Terkini