Portalssi, Acèh : Khanduri Blang (kenduri sawah) adalah tradisi syukuran dan doa bersama masyarakat petani di Aceh sebelum turun sawah atau setelah panen, bertujuan memohon berkah agar hasil pertanian melimpah dan terhindar dari hama.
Tradisi turun-temurun ini memperkuat silaturahmi, di mana warga gotong royong memasak dan makan kari ayam di area persawahan.Poin Kunci Tradisi Khanduri Blang:Waktu Pelaksanaan: Biasanya dilakukan sebelum menanam padi (masa persiapan lahan) atau saat tanaman berumur 2 bulan, seringkali 1-2 kali dalam satu musim tanam.Aktivitas Utama: Doa bersama yang dipimpin tokoh adat/agama, dilanjutkan makan bersama (kenduri) di pinggir sawah atau kompleks makam di area persawahan.
Kari ayam adalah menu utama. Ayam sering dibawa hidup, disembelih di tempat, dan dimasak secara gotong royong oleh para ibu bersama, rasa syukur mempererat kebersamaan, dan permohonan tolak bala agar sawah terhindar dari penyakit.
Dianggap sakral dan wajib dilakukan bagi sebagian petani Aceh, terutama di daerah seperti Aceh Besar dan Aceh Utara.Tradisi ini masih eksis dan lestari sebagai bagian dari identitas agraris dan budaya religius masyarakat Aceh.
Khanduri Blang bagi masyarakat Aceh tidak hanya sebatas ritual/upacara yang menandai akan dimulainya turun ke sawah, namun memiliki makna yang mengandung nilai-nilai Ketuhanan dan aspek sosialnya, sehingga adat turun sawan ini masih dilestarikan dengan baik sampai hari ini.
Dalam adat istiadat masyarakat Aceh, turun ke sawah juga memiliki Lembaga Adat tersendiri yang dikenal dengan nama 'Keujruen Blang'. Keujruen Blang termasuk Lembaga Adat yang memiliki tugas dan wewenang mengurusi dan mengkoordinasikan para petani sawah saat memasuki musim tanam hingga panen.
Semua daerah di Aceh melaksanakan Khanduri Blang saat akan turun ke sawah, namun tata cara pelaksanaannya yang berbeda tergantung kearifan lokal masing-masing. Namun intinya sama, yaitu melakukan kenduri yang diiringi dengan munajat do'a kepada Allah SWT agar tanaman selamat dari hama dan menghasilkan panen yang banyak.
Khenduri Blang dihadiri oleh banyak Warga Gampong yang mempunyai Ladang Persawahan di Area Gampong
Khanduri Blang yang berlaku dalam tradisi masyarakat Aceh memiliki nilai, dimana dalam praktik upacara Khanduri Blang masyarakat Aceh, di samping terdapat unsur uluhiyah (Ketuhanan) juga ada nilai sosialnya, yaitu kebersamaan dan gotong royong. Sebenarnya bagian dari ajaran Islam, bahwa segala sesuatu itu harus disandarkan kepada Allah SWT. (**)

